INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 03 Desember 2013

Indonesia Menjadi Jembatan Penghubung Asia Tenggara dan Timur dengan Pasifik Selatan

Peta Indonesia antara Asia dan Pasifik.
Image : sujarman81.wordpress.com
Indonesia dapat berperan sebagai jembatan yang  menghubungkan kawasan Pasifik Selatan dengan Asia Tenggara dan Timur, kawasan yang  berkembang menjadi penggerak utama ekonomi dunia. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Duta Besar Pitono Purnomo pada pembukaan Pertemuan Kelompok Ahli (PKA) “Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Pasifik Selatan” yang berlangsung di Bandung (29/11). 

“Dengan mempertimbangkan peran strategis Indonesia di kawasan, negara-negara di Pasifik Selatan akan mendapatkan keuntungan untuk memasuki pasar ASEAN dan mengurangi tingkat isolasi dari jejaring ekonomi dunia”, ujar Dubes Pitono.

Indonesia sendiri berpeluang memberikan sumbangsih pada tahap perkembangan di kawasan Pasifik Selatan, salah satunya melalui bantuan kapasitas. Hal inilah yang menjadi wahana dan modalitas untuk merangkul kawasan Pasifik Selatan.

Dalam pemaparannya mengenai hasil kajian mengenai “Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Pasifik Selatan”, Kepala Pusat P2K2 Aspasaf, M. Hery Saripudin memberikan contoh bantuan kapasitas di bidang demokrasi melalui Bali Democracy Forum dan upaya penanggulangan bencana yang menjadi perhatian utama di kawasan Pasifik Selatan sebagai wahana yang dapat dimanfaatkan, selain modalitas kesamaan ras Melanesia.

Pada kesempatan tersebut,  Peneliti Utama Bidang Politic and Security in East Asia, South Pacific, Australia - LIPI, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti turut mencetuskan ide pembangunan Melanesian Cultural Center di Papua. Menurutnya, hal ini dirasa perlu karena Indonesia perlu menekankan keberagaman budayanya dalam berdiplomasi. “Keberagaman tersebut salah satunya adalah budaya Melanesia”, tutur Ikrar.

Hal senada juga disampaikan  oleh Duta Besar Wiryono yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Australia periode 1996-1999. “ Dengan 12  juta suku Melanesia, jumlah orang Melanesian di Indonesia  lebih besar dari seluruh penduduk Pacific Small Island Developing States (PSIDS) yang hanya sebesar 7 juta", tegas Dubes Wiryono.

Meskipun demikian, lanjutnya, persamaan ini juga menimbulkan solidaritas Melanesia yang perlu ditangani secara hati-hati. Untuk itu, pendekatan yang perlu dilakukan dengan kawasan ini adalah melalui soft dan smart power.

Terkait pendekatan berupa soft dan smart power dengan kawasan ini, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri – Kementerian Sekretariat Negara, Rika Kiswardani menyampaikan bahwa selama ini Indonesia telah menyalurkan bantuan kerja sama teknis kepada kawasan Pasifik Selatan melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan.

Namun demikian, pencatatan bantuan tersebut belum terkoordinir maupun terdata dengan baik. Oleh karena itu, Indonesia tengah menyusun Grand Design Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Cooperation Periode 2011-2025.  “Dengan Grand Design tersebut, bantuan teknis yang diberikan Indonesia dapat lebih terarah dan tepat guna”, ujar Rika.

PKA “Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Pasifik Selatan” merupakan tahap akhir  kajian mandiri yang dilaksanakan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (P3K2 Aspasaf) setelah melaksanakan serangkaian kegiatan berupa pengumpulan data, diskusi, dan seminar kajian yang melibatkan para pemangku kepentingan.

Kajian Mandiri ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi yang bersifat action oriented bagi pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik Selatan. 

Berbagai masukan dalam PKA ini akan digunakan untuk memperkaya Kajian Mandiri dimaksud. Hasil akhir kajian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pemangku kepentingan nasional terkait pelaksanaan polugri RI di Pasifik Selatan. (kemlu.go.id)

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta