INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 13 Desember 2013

Film "Soekarno: Indonesia Merdeka" Melecehkan dan Tidak Sesuai Fakta Sejarah

Presiden Soekarno
Film  "Soekarno: Indonesia Merdeka" yang diproduksi rumah produksi Multivision Plus yang rencana awalnya bertujuan untuk menggambarkan Soekarno justru menjadi bahan kritikan baik dari keluarga Soekarno maupun dari para Sejarahwan. Selain film tersebut dinilai tidak menggambarkan sosok Soekarno sesuai sejarah film itu juga dinilai melecehkan Soekarno pada beberapa adegannya.

Keluarga Soekarno yang diwakili oleh Rachmawati Soekarnoputri sudah melayangkan protes atas pembuatan dan pemutaran film tersebut. Rachmawati sangat kecewa dengan film yang berdurasi 2 jam 17 menit tersebut.

Film tersebut juga sudah diputar sejak Rabu, 11 Desember 2013 dibeberapa bioskop yang ada di Jakarta dan kota lainnya.
"Film tentang Soekarno yang digarap Multivision Plus dan disutradarai Hanung Bramantyo tidak sesuai dengan sosok Soekarno asli. Film Soekarno memalukan,"  kata Rachmawati pada konverensi pers di Universitas Bung Karno, Jakarta, pada Kamis  (12/12/2013).
Ada beberapa adegan yang menurut Rachmawati yang saat ini  menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno tidak sesuai dengan sejarah dan tidak menceritakan sosok Soekarno yang sesungguhnya. 

Salah satu adegan yang diprotes oleh keluarga Soekarno adalah adegan pelecehan terhadap Soekarno saat adegan polisi militer memukul wajah pada bagian pipi Soekarno beberapa kali. Dalam adegan itu pukulan polisi tersebut menjatuhkan sosok Soekarno ke lantai.  Menurut Rachmawati adegan seperti itu tidak pernah ada dalam fakta sejarah. 

"Itu tidak pernah dialami oleh Soekarno,"  protes Rachmawati.

Adegan lain yang juga tidak ada dalam sejarah dan dinilai sangat melecehkan seorang figur besar dalam sejarah adalah saat adegan sosok sang Presiden dalam film itu yang menggoda seorang wanita di dalam kamar dengan pakaian yang tidak pantas.

Selain itu ada adegan lain yang juga diprotes oleh Rachmawati yaitu saat Soekarno mendikte Bung Hatta pada saat pembuatan naskah proklamasi. Padahal fakta sejarahnya Bung Hattalah yang membuat draft naskah proklamasi yang kemudian diketik oleh Sukarni.

Sayangnya walaupun film tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah dan dinilai melecehkan seorang proklamator tetapi pemutaran tetapi dilakukan.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta