INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 09 November 2013

Tidak Ada Negara Kampium Demokrasi, Semua Negara Terus Berproses

Photo : kemlu.go.id
Demokrasi pada suatu negara akan terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi politik dan sosial suatu negara. Oleh karena itu  Menlu Malaysia Dato' Sri Anifah HJ Aman berpendapat demokrasi harus terus digaungkan dan dibumikan, karena kalau tidak akan mengalami kelunturan.

Tidak ada negara yang terlahir demokratis, dan tidak ada manusia yang terlahir baik. "Toleransi, saling hormat menghormati dan saling menghargai harus diajarkan dan terus dipupuk". Demikian disampaikan Menlu Malaysia Dato' Sri Anifah HJ Aman dalam sesi debat umum Kamis siang (7/11) di BNDCC Nusa Dua, Bali.

Demokrasi, menurut Menlu Sri Anifah, membutuhkan waktu untuk tumbuh dan harus terus dipelihara agar matang dan berhasil. "Demokrasi bukan satu konsep untuk semua, melainkan konsep yang harus divisualisasikan dalam konteks politis, sosial, dan budaya suatu negara".

Oleh karenanya, serupa dengan Indonesia, dalam masyarakat yang pluralistik seperti Malaysia, rasa satu bangsa dan satu identitas harus selalu dikedepankan. "Hal tersebut hanya mampu dilakukan dengan dialog, saling pengertian dan saling menghormati satu dengan yang lain, ini adalah karakteristik demokrasi di Malaysia", tandasnya.

Konsep ini, menurutnya, dienjawantahkan melalui kebijakan "1Malaysia" oleh PM Malaysia. "1Malaysia ditujukan untuk memperkuat demokrasi, persatuan dan rasa memiliki dengan tidak meninggalkan satu entitas pun di belakang".

Selain itu, bagi Malaysia, moderasi adalah kunci mengelola kemajemukan. "Konsep moderasi bekerja sebagai penghubung perbedaan, pemulus komunikasi dan resolusi bagi perbedaan pendapat sehingga negara dapat terus maju".

Tidak jauh berbeda dengan demokrasi bagi Malaysia, Hungaria juga memiliki pandangan yang serupa tentang demokrasi. "Bagi Hungaria, tidak ada konsep hak cipta bagi Demokrasi", ujar Menlu urusan EU Hungaria Eniko Gyori di hadapan ke-86 peserta BDF di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, seluruh warga dunia dapat meniru konsep demokrasi yang berhasil.

Lebih lanjut, Menteri Eniko juga menggambarkan demokrasi bagi Hungaria seperti harmoni, ibarat sebuah lagu. "Hungaria dikenal sebagai negara yang identik dengan musik. Bagi kami, demokrasi bagaikan harmoni yang menyatukan, dan lagu yang indah", paparnya sembari menutup pidatonya di sesi debat umum. (www.kemlu.go.id)

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta