INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 03 November 2013

Menengok Tradisi Warga Bali di Pura Tirta Empul Kabupaten Gianyar

Pura Tirta Empul
Tidak ada habisnya keindahan Bali untuk dibahas, selain keindahan alamnya budaya dan tradisi Bali sangat menarik untuk disimak. Salah satu objek wisata yang paling terkenal ada di Gianyar, yaitu Pura Tirta Empul yang berdekatan dengan istana Presiden, yaitu Istana Tampak Siring yang dulu sering di singgahi oleh Presiden Pertama Ir. Soekarno.

Pura Tirta Empul ini salah satu unggulan dari wisata Gianyar. Letak Pura Tirta Empul berada di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali. Kondisi alam di sini masih hijau dan udara yang segar. Pada umumnya masyarakat disini mencari nafkah dengan cercocok tanam.

Pura ini memang menjadi tempat ritual masyarakat Hindu Bali. Mereka memiliki tgradisi melukat atau pensucian diri dengan air (tirta) yang memancur di kolom di Pura Tirta Empul ini. Air ini berasal dari mata air yang cukup banyak dan sudah lama mengalir.

Lokasi Pura Tirta Empul terbagi dalam tiga bagian yang merupakan Jabe Pura (halaman muka), Jabe Tengah (halaman tengah), dan Jeroan (bagian dalam). Pada Jabe Tengah terdapat dua buah kolam persegi empat panjang, dan kolam tersebut mempunyai 30 buah pancuran yang berderet dari timur ke barat menghadap ke selatan.

Keberadaan air ini diiringi dengan cerita rakyat Bali, yang dalam kisah ada seorang raja yang sangat jahat bernama  Mayadenawa Raja Batu Anyar (Bedahulu). Kesaktian Mayadenawa sangat tersohor, tetapi kejahatan, kesombongan dan keangkuhan Mayadenawa ini terdengar sampai ke telinga Bhatara Indra.

Suatu waktu Batara Indra mengutus pasukan untuk menghukum Mayadenawa, tetapi pasukan itu diracun oleh Mayadewana.

Untuk menolong para prajurit Batara Indra, kemudian mereka dimandikan dengan melukat di Pura Tirta Empul ini. Sedangkan istilah Tampak Siring berasal dari Mayadenawa yang didiam-diam berlari di Tampak Siring dengan terlihat memiringkan telapak kaki. Istilah ini telapak miring berubah menjadi Tampak Siring.

Tirta Empul berarti air suci yang menyembul keluar dari tanah. Air tersebut kemudian mengalir ke sungai Pakerisan. Sumber air ini kerap digunakan untuk Upacara Melukat oleh ribuan penduduk Bali dengan makna sebagai perlambang pembersihan.

Air yang mengalir dari banyak pancoran ini sangat jernih dan segar. Kesegaran air ini membuat banyak wisatawan ikut mandi di taman petirtaan itu.

Mereka diwajibkan menggunakan kain bagi yang pria dan dilarang menggunakan celana pendek bagi yang wanita.

Dibagian luar dari Pura Tirta Empul terdapat para pedagang yang menjual oleh-oleh untuk dibawa pulang kerumah dengan harga yang murah. Salah satu yang khas adalah jeruk Bali. Jeruk Bali ini tidak saja dijual sebagai buah tetapi juga sudah diolah menjadi berbagai macam makanan ringan yang berasal dari jeruk bali.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta