INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 01 November 2013

Indonesia Memiliki Komitmen Kuat Dalam Masalah Penyelundupan Manusia

Images: yeahaqumsah.wordpress.com
Selama ini Pemerintah Australia sering menyalahkan Indonesia dalam kaitannya dengan permasalahan penyelundupan manusia (human trafficking), tetapi sebenarnya permasalahan ini adalah dampak dari aktivitas politik internasional. Indonesia hanyalah korban dari kondisi ini. Tentu harus ada saling pengertian antar kedua negara atas masalah ini.

Penyelundupan manusia sebuah masalah yang semakin lama semakin serius dan semakin lama kalau dibiarkan akan semakin rumit, sehingga akan sulit untuk diatasi.

Sependapat dengan yang disampaikan oleh Sekretaris BPPK Kemlu Dubes Alfred T. Palembangan di dalam acara Awareness Campaign tentang penyelundupan Manusia di Makassar sore ini (21/10/2013). Dalam acara Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) yang bertemakan “Kebijakan Pemerintah RI dalam Menanggulangi Masalah Penyelundupan Manusia”, Dubes Alfred menyampaikan komitmen kuat Indonesia untuk terus memberantas kejahatan ini.

Menurut Dubes Alfred, Indonesia telah memberlakukan UU No 06/2011 untuk mencegah kejahatan ini dengan menggunakan jalur hukum. “Ini merupakan tanggung jawab Indonesia sebagai warga global”, ujarnya mantap.

Alfred juga menuturkan bahwa Indonesia tetap akan mengedepankan Bali Process sebagai upaya regional bersama menanggulangi isu penyelundupan manusia bersama negara-negara di kawasan seperti Australia.

Selain itu, untuk memperkuat posisi Indonesia akan hal ini, serta menemukan solusi yang efektif di masa mendatang, Kemlu bersama dengan KBRI Canberra menggandeng Universitas Hassanudin untuk bersama-sama melakukan kajian yang nantinya dapat menambahkan awareness masyarakat terhadap bahaya penyelundupan manusia.

“Hasil kajian ini nantinya akan dibagikan kepada seluruh kalangan agar menambah wawasan dan membangkitkan awareness di seluruh Indonesia”, tutup Dubes Alfred.

Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri ini merupakan kerja sama antara KBRI Canberra, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu dengan Universitas Hassanudin. Acara puncak akan diadakan esok hari (22/10) di Universitas Hassanudin dengan mengundang pakar dan ahli dalam sebuah Focus Group Discussion.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta