INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 05 November 2013

Diambang Kejatuhan, Akhirnya BlackBerry Banting Setir

BlackBerry
Setelah terus tersaing dengan pesaing-pesaing kuatnya yang menggunakan aplikasi Android Saham BlackBerry mengalami kejatuhan terus menerus dalam beberapa tahun terakhir ini. BlackBerry semakin kesulitan menemukan pembeli dan malah menyusun skema investasi baru yang radikal, yaitu Black Berry akan banting setir mengarah ke bisnis perangkat lunak dan meninggalkan perangkat kerasnya.

Tidak ada jalan lain bagi perusahaan Kanada ini untuk terus berpegang pada bisnis lama, karena dunia bisnis dan perkembangan teknologi terus berubah. Pemilik prusahaan ini rencananya akan menjual perusahaannya kepada pemegang saham terbesarnya, Fairfax Financial Holding, namun prospek penyelamatan ini surut setelah Fairfax tengah berjuang meningkatkan dana yang dibutuhkan untuk mendukung penawaran 9 dolar AS per saham.

BlackBerry saat ini bergantung pada peningkatan modal sebesar 1 miliar dolar yang diharapkan di dapat dari investor institusi, termasuk Fairfax, melalui obligasi tanpa jaminan. Pada awalnya Fairfax akan berinvestasi hingga 250 juta dolar, tetapi masih menunggu waktu bagi Fairfax untuk meningkatkan sumber dananya.

Keputusan strategis juga dilakukan pada perubahan organisasi perusahaan yang lebih memiliki kompetesi dalam bidan software, seperti BlackBerry akan mengganti kepala eksekutif perusahaan, Thorsten Heins, yang dianggap telah gagal untuk mengibarkan kembali perusahaan ini. Heins digantikan John Chen, mantan kepala perusahaan perangkat lunak Sybase. Chen dianggakt sebagai  ketua eksekutif, yang bertanggung jawab atas perubahan arah kapal dan strategi baru kedepan. Saat ini Chen dianggap sebagai masa depan BlackBerry.


Banyak analis yang menilai penunjukkan Chen dipandang sebagai sinyal bahwa BlackBerry akan menyerah dalam bisnis pembuatan ponsel, dan akan fokus pada penyediaan perangkat lunak yang dianggap aman untuk bisnis. Chen memiliki pengalaman yang mumpuni dalam bidang ini. Tetapi bukti dunia bisnis sekarang ini perusahaan-perusahaan paling leading justru adalah perusahaan yang berbasis perangkat lunak, yang kemudian bisa dapat mengembangkan perusahaannya ke perangkat keras. Mungkin Microsoft, Facebook, Google dan lainnya bisa menjadi contoh jelas, bahwa sebuah perangkat keras tanpa dukungan dari perangkat lunak akan banyak mengalami kesulitan di pasar.

"Saya tahu kami memiliki ramuan yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan untuk periode jangka panjang. Saya telah melakukan ini sebelumnya dan telah melihat kisah yang sama," ungkap Chen kepada Reuters seperti dikutip dari laman The Telegraph.

Barbara Stymiest, ketua dewan BlackBerry sangat optimis dengan penunjukkan dan perubahan arah baru bagi perusahaan ini. Ia menyatakan, " BlackBerry dan masa depan ada di tangan kelompok unggulan, investor jangka panjang." 

Sementara kapal besar ini sedang berubah arah, nilainya di lantai saham masih terus mengalami penurunan sampai pada level 6.40 dolar setelah bursa saham Nasdaq dibuka di New York, harga terendah dalam satu dekade. 


Pihak BlackBerry masih terus optimis dan menyatakan seperti yang dikutip oleh  The Telegraph, mereka sedikit pulih, namun masih turun lebih dari 1,1 dolar, atau 14 persen, menjadi 6,68 dolar pada perdagangan siang.
 

Sebenarnya BlackBerry pernah mendapatkan tawaran dari raksasa IBM dan Microsoft tetapi pihak BlackBerry menolak tawaran tersebut, tetapi akhirnya Heins menyerah dan menempatkan bisnis ini untuk dijual pada Agustus.

Sebulan kemudian, perusahaan menorehkan kerugian sebesar 965 juta dolar dan merumahkan 4.500 karyawan (hampir 40 persen dari seluruh tenaga kerja BlackBerry di seluruh dunia).

Selain IBM dan Microsoft,  Lenovo, Facebook dan Cerberus juga pernah mempertimbangkan untuk membeli seluruh atau sebagian BlackBerry, tetapi sampai kini tidak ada lanjutan atas penawaran tersebut.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta