INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 03 November 2013

Berkunjung ke Gedung Pos Besar di Kota Bandung

Gedung Pos Besar Bandung
Kota Bandung banyak menyimpan bangunan-bangunan kuno yang bersejarah, justru tua dan keunikan ini dengan menyimpan gaya bangunan Belanda menjadi daya tarik banyak orang untuk berwisata di Bandung. Apalagi kalau kita berjalan di Asia Afrika atau jalan Dago makan akan kita lihat berderet-deret bangunan bekas Belanda yang unik dengan kekhasan pada jendela dan tiang-tiang betonnya.

Gedung Kantor Pos Besar merupakana salah satu dari peninggalan masa Belanda itu. Museum Pos Indonesia berlokasi di Jalan Cilaki No 73, Bandung.

Gedung ini berdekatan dengan Gedung Sate yang dijadikan sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.  Tepatnya ada di kanan dari Gedung Sate. Gedung ini menghadap Taman Lansia (taman orang tua). Kondisi gedung ini masih sangat baik dan kokoh.

Gedung Kantor Pos BandungGedung ini dibangun pada tahun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda.  Arsitekturnya sangat khas Belanda, walaupuin Museum Pos Indonesia ini agar berbeda sedikit dari gaya Belanda pada umumnya karena bercampur dengan arsitektur klasik zaman Eropa Pertengahan.

Pada tahun 1931 Gedung Pos Besar itu ditambah lagi dengan bangunan untuk musiaum. Musium itu diberi nama Museum PTT (Pos, Telepon dan Telegraf).  Konflek gedung tua itu direnovasi dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Pos saat itu tanggal 27 September 1983, dengan nama Museum Pos dan Giro. Setelah perusahaan pos negara berubah menjadi Persero (PT) maka nama museum pun sekarang menjadi Museum Pos Indonesia.

Banyaknya pohon dan taman didekat gedung tua ini membuat suasana sejuk dan nyaman. Halaman depan gedung cukup luas di depannya ada taman. Di kanan dan kiri gedung ada bagunan yang lebih kecil dan rendah.

Di dalam Gedung Kantor Pos Besar ini ada Musium Perangko yang banyak didatangai pelajari dari berbagai negara. Tersimpan koleksi benda pos, dari perangko dalam negeri hingga perangko dunia. Perangko dari sejak abad 10 sampai perangko modern saat ini. Bagi yang suka koleksi perangko sangat tepat datang ke tempat ini. Perangko pertama di nusantara diproduksi tahun 1864 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ribuan koleksi filateli bisa anda temukan disini. Perangko-perangko disusun dengan rapi dalam sejenis lemari yang dinamakan vitrin.Vitrin adalah papan-papan yang disatukan itu seperti lemari kayu dengan ukuran 1,5 meter x 1 meter x 2,5 meter.

Bayangkan saja koleksi perangko di musium di Kota Kembang ini berasal dari 178 negara. Bahkan negara yang sudah tidak adapun seperti Uni Soviet dan Prusia pun ada!. Koleksi ini sangat tinggi nilainya karena sejarah dan kelangkaannya. Selain itu kita juga bisa membayangkan budaya pada masa lalu ketika perangko itu masih digunakan, karena dalam perangko itu tergambar berbagai artifak seni yang berharga, mulai photo kepala negara, raja-raja, simbol-simbol negara, gambar rakyat jelata, petani, pemandangan alam pada masa lalu dan sebagainya.

Kita juga bisa menilai cara berpikir, cara berpemerintahan, teknologi yang ada dan sebagainya. Jadi dari filateli ini tidaklah sesederhana berupa selembar kertas kecil bercetakan saja tetapi sebenarnya jauh dari itu. Dari filateli kita bisa meneropong budaya masa lalu dan juga bangsa lain. Sebagai contoh pada perangko kita masa orde baru yang perangkonya banyak menggambarkan tokoh figur Soeharta ini bisa menjadi bukti masa itu Pemerintahan kita terlalu terfokus pada satu figur, tetapi setelah masa reformasi perangko di Indonesia sudah banyak menggamarkan petani, burung, tarian dan sebagainya ini bisa menjadi bukti bahwa budaya setelah reformasi lebih luas dan bervariasi dalam membuat ikon.

Untuk menuju Gedung Pos Besar Bandung ini sangat mudah sekali, kita bisa tanyakan kemana arah Lapangan Gasibu atau Gedung Sate ini banyak akses menuju kesana. Jalan kaki dari Gedung Sate tidak jauh hanya 5 menit saja karena memang dekat dan satu komplek. Bagi yang ingin melihat koleksi filatelis di Musium Pos Indonesia ini silahkan datang jika sedang bertandang ke Bandung. Buka hari Senin sampai Sabtu.

Photografer : Regina Natasya

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta