INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 14 Oktober 2013

Perbatasan Antara Negara di Kawasan Pasifik Perlu Perhatian Serius

Pasifik. Image : wikipedia.org
Oleh Sumantiri B. Sugeo

Sengketa perbatasan merupakan masalah krusial dalam hubungan antara Negara-negara di kawasan Pasifik. Paska perang dunia II yang sangat besar dan meluas dalam kawasan ini memberikan ekses negatif dengan merusak kepastian hokum dan kesepakatan internasional antar Negara.

Perubahan dan pemindahan
kekuasaan antar kekuatan, terutama pulau-pulau terluar dari berbagai Negara, dan penempatan pasukan masa perang dunia II tersebut menimbulkan masalah politis dan hukum.

Persengketaan batas negara ini patut menjadi perhatian pemerintah terutama TNI yang menjadi garda terdepan penjaga NKRI kita agar terhindar dari usaha-usaha negara-negara yang berbatasan dalam usaha sabotase dan provokasi yang berusaha untuk mendapatkan kesempatan dan mengangkat isu ke internasional mengenai klaim-klaim yang sesungguhnya mengada-ada tanpa adanya bukti dan sejarah yang mendukung atas klim mereka itu.

Berbagai faktor penyebab yang mengakibatkan konflik perbatasan di kawasan pasisfik, disebabkan oleh berbagai hal berikut ini:
  1. Kerancuan dan manipulasi sejarah paska perang dunia II yang “mengabu-abukan” fakta-fakta sejarah yang dipersepsikan oleh masing-masing Negara berbeda-beda.
  2. Perbedaan penggunaan dokumen bukti atas klim perbatasan akibat perbedaan Negara penjajah masa colonial.
  3. Penemuan sumber mineral di kawasan perbatasan yang memicu dan mendesak kepentingan nasional masing-masing Negara yang terkait dengan perbatasan tersebut.
  4. Provokasi perusahan-perusahan pertambangan dunia yang ingin mendapatkan kesempatan untuk melakukan konsensi minyak dan gas di kawasan berbatasan, seperti yang terjadi di kawasan Ambalat yang memiliki potensi mineral yang menarik perusahaan pertambangan dunia.
  5. Penempatan kekuatan militer dikawasan perbatasan mengundak reaksi keras dari Negara lain yang berbatas langsung dengan lokasi kekuatan militer tersebut.
  6. Penyelundupan barang illegal antar Negara.
  7. Pencurian kayu, pasir, batu atau bahan lain di kawasan perbatasan yang merugikan salah satu pihak seperti yang dilakukan Singapura terhadap Indonesia.
  8. Masuknya tenaga kerja illegal melalui perbatasan.
  9. Persaingan perkembangan ekonomi di kawaasn perbatasan antar Negara yang memiliki ekses terhadap konflik diberbatasan.
  10. Perebutan pengaruh dari Negara-negara maju terhadap suatu Negara atau kawasan di perbatasan.
  11. Konflik patroli laut untuk menjaga keselamatan nelayan masing-masing Negara sering menimbulkan ketegangan, terutama jika nelayan masuk ke wilayah Negara lain.
  12. Persaingan kekuatan militer antara Negara, terutama armada laut yang menimbulkan kecemburuan Negara lain.
  13. Persengketaan lintas perdagangan yang diakibatkan perbedaan kepentingan antar Negara.
Saat ini potensi konflik perbatasan di kawasan Pasifik yang masih dalam persengketaan, seperti berikut ini:
  1. Kekalahan kita dalam mempertahankan kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan di laut Sulawesi dengan pihak Malaysia.
  2. Sengketa Indonesia dan Malaysia mengenai blok Ambalat dan hak pengelolaan minyak dan gas di lokasi tersebut.
  3. Klaim Filipina atas Wilayah Sabah di Malaysia Timur.
  4. Potensi konflik perbatasan Thailand – Malaysia, akibat Thailand Selatan yang keturunan Melayu ingin melepaskan diri dari Thailand.
  5. Persengketaan Pulau Batu Putih di Selat Johor antar Malaysia dengan Singapura.
  6. Persengketaan lintas perdagangan di Selat Malaka antara Indonesia, Singapura dan Malaysia.
  7. Potensi konflik perairan Celah Timur antara Australia dan Timur Leste.
  8. Persengketaan daratan Sarawak Malaysia Timur dengan Brunai Darussalam.
  9. Perbedaan klim batas wilayah antara Myanmar dengan Bangladesh.
  10. Persengketaan Kepulauan Paracel antara Cina dan Vietnam.
  11. Klim kepemilikan Kepulauan Spratly antara China, Filipina, Vietnam dan Taiwan.
  12. Perebutan kepemilikan Kepulauan Senaku (Penamaan China, sedangkan penamaan Jepang, Diaoyutai), antara China dan Jepang
  13. Konflik Pulau Saipan antara Jepang dan Amerika Serikat..
  14. Klim Kepemilikan Take-shima antara Cina dengan Korea Selatan.
  15. Persengketaan Kepulauan Kuril Selatan antara Rusia dan Jepang.
  16. Masih adanya potensi persengketaan Hongkong antara China dan Inggris.
  17. Pemisahan Taiwan dari China, dan dukungan Amerika Serikat kepada Taiwan.
  18. Perbedaan klim perbatasan antara China dan India.
  19. Konflik Laut China Selatan antara RRC dan Jepang.
Selain isu internasional di atas potensi konflik Zona Bebas Nuklir yang disepakati ASEAN sangat ditentang oleh Amerika Serikat bisa menjadi pemicu konflik perbatasan antar negara yang selama ini menjadi sekutu AS dan yang bukan.

Potensi-potensi konflik di kawasan Pasifik ini bisa menjadi bahaya laten keamanan dan perdamaian. Hal ini seharusnya menjadi agenda internasional untuk dapat menyelesaikannya di meja perundingan dengan baik dan adil. ASEAN seharusnya bisa menjadi salah satu organisasi di kawasan Pasifik yang menjadi mediator atas berbagai konflik tesebut.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta