INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 08 Oktober 2013

Penguatan Kapasitas Pasukan Bela Diri Jepang di Tentang Para Aktivis

Photo : vovworld.vn
Sejumlah aktivis Jepang kemarin (7/10) menentang pemerintah Jepang untuk merevisi UUD mengenai pemulihan hak bela diri kolektif Jepang. Penentangan ini karena ketakutan akan sejarah masa lalu militer Jepang akan kembali terjadi lagi.

Pemenang Nobel Kenzaburo Ooe dan Profesor Kehormatan Universitas Tokyo Okura Yasuhiro dalam jumpa pers kemarin mengatakan bahwa UUD perdamaian Jepang tengah menghadapi ujian berat. 

Mereka berpendapat sifat pasukan bela diri Jepang akan mengalami perubahan apabila diizinkan untuk memiliki hak bela diri kolektif.

Sejumlah analis tersebut juga menyerahkan usulan tertulis untuk menentang pemulihan hak bela diri kolektif yang berkemungkinan menjadikan Jepang sebagai negara yang dapat melancarkan perang.

Pasukan Bela Diri Jepang didirikan setelah berakhirnya pendudukan Jepang oleh Amerika Serikat pasca Perang Dunia II.

Meskipun pada sebagian besar periode pasca perang pasukan ini beroperasi terbatas pada pulau-pulau di Jepang dan tidak diizinkan beroperasi di luar negeri, namun dalam beberapa tahun terakhir ia telah terlibat dalam operasi pasukan pemelihara perdamaian.

Menteri Pertahanan Jepang mengungkap bahwa Cina dan Rusia menjadi biang keladi dalam catatan sejumlah besar operasi darurat oleh Pasukan Bela Diri Jepang.

Menurut laporan kantor berita Kyodo, Kamis (26/4/2013) pesawat tempur Jepang harus meluncur 156 kali untuk merespon pesawat China yang mendekati teritori udaranya dalam tahun 2011.

Itu adalah angka insiden tertinggi berasal dari hCina sejak Menhan Jepang rutin mengeluarkan data tersebut mulai 2001 lalu.

Ancaman China dan Rusia menjadi alasan Pemerintah Jepang ingin memperkuat dan memberikan izin kepada Pasukan Bela Diri Jepang untuk memperkuat baik dari sisi perangkat maupun personil dengan merevisi UUD-nya.

Keinginan untuk memperkuat angkatan perang Jepang di nilai sebagai romantisme semangat samurai masa lalu Jepang yang didukung oleh Partai Demokrat Liberal Jepang (LDPJ) yang setuju untuk mempersenjatai kembali Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang dalam skala besar.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta