INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 12 Oktober 2013

Pemerintah Okinawa Jepang Menuntut Pemindahan Pangkalan Militer Amerika Serikat

Osprey MV-22. Photo : Japan Times
Pabat Okinawa Jepang Nakai Masahiro kemarin (8/10) di Nahasi, ibukota Okinawa mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Pertahanan Onodera Itsunori.

Masahiro sekali lagi menuntut agar dipindahkannya pangkalan Futenma tentara Amerika Serikat (AS) dari Okinawa.

Menurut laporan media Jepang, Fumio Kishida dan Onodera Itsunori berharap rencana pemindahan pangkalan di dalam wilayah Okinawa dapat dipahami warga Okinawa.

Masahiro mengatakan pemerintah Jepang dan AS tidak berhak untuk menerapkan rencana pemindahan pangkalan dari Futenma ke daerah Henoko, kota Ginowan di Kabupaten Okinawa. Ia sekali lagi menuntut pangkalan Futenma dipindahkan dari Okinawa.

Protes yang diajukan oleh pemerintah daerah Okinawa ini karena otoritas militer AS di Jepang masih mempertahankan pesawat Osprey MV-22 yang sudah beberapa kali mengalami kecelakaan dan warga Okinawa menjadi korban atas jatuhnya pesawat itu.

Sebuah kapal kargo yang membawa 12 unit pesawat Osprey MV-22 tiba di pangkalan militer Amerika Serikat (AS), Iwakuni di Prefektur Yamaguchi, Jepang barat, Selasa (30/7/2013) pagi.

Menurut Japan times, 12 unit Osprey itu akan dipindahkan dan bergabung dengan 12 unit Osprey AS sebelumnya di pangkalan AL AS di Futenma, Okinawa, Prefektur Yamaguchi. Pemindahan ini memicu protes warga Jepang di Okinawa, yang tidak hanya sekedar pengusiran pesawat militer Osprey MV-22 AS, tetapi lebih jauh dari itu warga Okinawa menolak keberadaan pangkalan militer AS di wilayah itu.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta