INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 05 Oktober 2013

Otoritas Regulator Nuklir Jepang Mengecam Kegagalan TEPCO Mengurus Kebocoran Reaktor Nuklir Fukushima Daiichi

Photo : fukushimaupdate.com
Regulatory Authority Nuklir Jepang (NRA) sebuah badan yang mengurus perizinan dan peraturan penggunaan nuklir di Jepang pada hari Jumat (4/10/2013) mengecam presiden Tokyo Electric Power Co ( TEPCO ), operator pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang yang telah gagal menghentikan pencemaran dan kontaminasi melalui air yang keluar akibat bocornya instalasi pabrik yang mengandung radiasi nuklir dan berakibat pada pencemaran di sekitar Samudera Pasifik.

Sekretariat NRA Jepang, Katsuhiko Ikeda memanggil Kepala TEPCO Naomi Hirose untuk menghadiri pertemuan dengan para pejabat NRA di mana Hirose telah mengecam kegagalan TEPCO untuk mengatasi  kebocoran reaktor nuklir Fukushima Daiichi  yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Ikeda mengatakan kepada Hirose bahwa peralatan yang digunakan untuk menangani kebocoran tidak efektif dan tidak mampu untuk menghentikan kebocoran pabrik dan harus segera diambil tindakan yang lebih tepat perlu dilakukan.

"Kau tidak dapat mengendalikan permasalahan di pembangkit listrik tenaga nuklir dengan benar. Aku khawatir hal seperti ini akan terjadi lagi, " kata Ikeda. 

Ia juga menambahkan bahwa TEPCO harus lebih baik mengambil alih manajemen di tempat dan memanfaatkan personil divisi lainnya jika perlu .Hirose meminta maaf atas serangkaian kegagalan peralatan  yang telah dibuat dan mengakui bahwa kebocoran terbaru telah menyebabkan bahan radioaktif menyebar dan mempengaruhi lingkungan sekitarnya."Saya sangat menyesal atas kesalahan yang telah kita buat. Kami salah penanganan air limbah bocor dan yang mempengaruhi lingkungan, " kata kepala TEPCO  pada Jumat (4/10/2013), 

Ia juga menjelaskan bahwa para pekerja di lokasi Fukushima Daiichi belum mempelajari metode baru untuk berurusan dengan limbah yang mengandung air limbah yang terkontaminasi.

Pada hari Kamis, air yang sangat terkontaminasi radioaktif meluap dari atas tangki penyimpanan yang telah dibangun. Tangki-tangki tersebut mengalami kemiringan akibat  tergesa-gesa dibuat di komplek reaktor tersebut. Ada sekitar 1000 unit tangki baru yang digunakan untuk menjaga bahan bakar nuklir dingin di tiga bangunan reaktor yang hancur oleh gempa tahun 2011 dan memicu tsunami.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta