INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 30 Oktober 2013

Organisasi Pers Amerika Khawatirkan Ancaman Terhadap Kebebasan Pers di AS

Photo : unesco.org.uk
Kebebasan pers yang lahir di barat saat ini justru mengalami tekanan di Amerika Serikat dan juga Eropa. Kebebasan untuk menulis secara objektif dan jujur atas pristiwa harus berhadapan dengan pemerintah yang masih semakin masif untuk menekan dan mengawasi.

Hal ini yang membuat Organisasi Inter-American Press Association (IAPA), sebuah organisasi kebebasan pers di benua Amerika berupaya untuk mengembalikan hak-hak sipil, salah satunya adalah kebebasan pers untuk menulis sesuatau yang mungkin mengkritik pemerintah.

Sipil yang dilakukan oleh para wartawan berhak untuk mengawasi aktivitas pemerintah. Jurnalisme juga bisa memberikan penilaian atas kinerja pemerintah dan menyerukan hal-hal yang baik, dan juga menentang hal buruk yang akan terjadi jika pemerintah lakukan.

Salah satu contoh usaha IAPA seperti yang dilakukan pada hari Selasa (29/10/2013) meminta sejumlah negara untuk tidak mengganggu kinerja Glenn Greenwald, jurnalis asal Amerika Serikat (AS) yang banyak menulis skandal mata-mata yang dilakukan negaranya. Pasalnya Glenn Greenwald seorang jurnalis senior menjadi incaran beberapa negara di Uni Eropa atas pesanan pemerintah AS.

Karya jurnalis Greenwald yang dianggap menentang pemerintah seperti yang diterbitkan oleh harian The Guardian dan sejumlah surat kabar lainnya, ditulis berdasarkan dokumen rahasia milik badan National Security Agency yang dibocorkan oleh analis intelijen Amerika Serikat Edward Snowden.

Sebelumnya rekan kerja Glenn Greenwald, yaitu David Miranda telah ditahan oleh polisi Inggris karena juga mengkritik pemerintah AS. 

IAPA kecewa dengan pemerinah Inggris dan mewakili redaktur dan surat kabar seluruh benua Amerika, mengungkapkan penangkapan rekan kerja Greenwald, David Miranda, seorang jurnalis oleh pemerintah Inggris dan penyitaan bahan-bahan jurnalistik yang dimilikinya, lapor Reuters.

IAPA sangat khawatir bahwa suatu saat negara semakin masif untuk menangkapi para jurnalis yang mengkritik pemerintah, yang menyebabkan hak-hak sipil dan demokrasi sudah tidak ada lagi di AS.

"Pihak pemerintah Inggris tidak menjelaskan apakah Greenwald atau Miranda sedang berada di bawah penyelidikan atas tindakan kriminal karena telah menulis rincian pengintaian yang dilakukan pemerintah terhadap warganya sendiri," kata kepala komite untuk kebebasan pers IAPA, Claudio Paolilo memprotes tindakan aparat Inggris.

"Menurut pendapat kami, karya jurnalistik Greenwald telah memicu kekhawatiran yang wajar oleh beberapa pemimpin negara dan warga sipil mengenai tindakan pengintaian rahasia terhadap komunikasi mereka," kata Paolilo, yang juga merupakan redaktur mingguan Basqueda dari Uruguay.

"Kami mendukung Greenwald dan rekan-rekan jurnalis lainnya untuk menjalankan tugas profesionalnya tanpa gangguan dan intimidasi dari pihak pemerintah," kata dia menambahkan.

Paolilo menyatakan bahwa pemerintah Inggris dan Amerika Serikat telah memaksa warganya untuk "memilih pilihan yang salah antara kebebasan berekspresi dan keamanan nasional."

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta