INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 24 Oktober 2013

Mohammad Hatta Membangun Perjuangan Nasional Melalui Orgnisasi Modern, Sumatranen Bond Jong Tahun 1917

Muhammad Hatta
Perjuangan untuk menempuh kemerdekaan yang harus di raih Bangsa Indonesia sebelum tahun 1945, masih berupaya untuk menyatukan gerakan dan nasionalisme.

Pemikiran pergerakan nasional itu perlu dibangun dengan adannya organisasi modern baik dipusat maupun didaerah.

Muhammad Hatta seorang tokoh pergerakan kemerdekaan yang berasal dari Sumatra Barat dan berada di Jakarta. Ia bersama teman-temannya membuat sebuah organisasi modern dengan nama Jong Sumateranen Bond.

Suatu organisasi kedaerahan yang didirikan oleh pemuda-pemuda Sumatera di Jakarta pada tanggal 9 Desember 1917. Bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebudayaan sendiri dan memperkokoh hubungan murid sekolah menengah dari Sumatera. 

Organisasi tersebut muncul sebagai wujud kesadaran di kalangan pelajar-pelajar di Jakarta yang berasal dari Sumatera akan pentingnya organisasi, dan adanya rangsangan yang timbul setelah terbentuknya Jong Java, sehingga membuat mereka tergerak pula untuk mendirikan organisasi pemuda.

Jong Sumateranen Bond dijadikan sarana untuk memperkokoh hubungan antara sesama pelajar Sumatera di Jakarta, untuk menanam keinsyafan bahwa mereka nantinya menjadi pemimpin, dan untuk membangkitkan perhatian terhadap adat istiadat, seni, bahasa, kerajinan, pertanian, dan sejarah Sumatera. 

Usaha-usaha yang dilakukan organisasi ini adalah menghilangkan perasaan prasangka etnis di kalangan orang Sumatera, memperkuat perasaan saling membantu, dan mengangkat derajat penduduk Sumatera dengan jalan mengadakan kursus-kursus, ceramah-ceramah, dan propaganda-propaganda. Selain itu juga menerbitkan publikasi-publikasi yang diberi nama Jong Sumatera.

 Jong Sumateranen Bond ternyata diterima oleh pemuda-pemuda Sumatera yang berada di kota-kota lain. Pada awal berdirinya, organisasi ini beranggotakan 150 orang. Satu tahun kemudian, jumlah ini meningkat menjadi 500 orang. Selain di Jakarta sebagai pusatnya, juga dibuka cabang di Padang dan Bukit Tinggi. 

Enam cabang organisasi mereka bentuk di Jawa, yaitu di Jakarta, Bogor, Serang, Sukabumi, Bandung, Purworejo; dan dua di Sumatera, yaitu di Padang dan Bukit tinggi. Pada bulan Juli 1919, Jong Sumateranen Bond mengadakan bulan kongresnya di Padang, meskipun pengurus besar organisasi tetap di Jakarta. 

Sejalan dengan makin menebalnya perasaan nasional dan pemakaian bahasa "Melayu" di kalangan pemuda, nama organisasi Jong Sumateranen Bond kemudian diganti menjadi Pemuda Sumatera. Dari kalangan mereka inilah nantinya muncul tokoh-tokoh nasional seperti Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, dsb. 

Mohammad Hatta, setibanya di tanah air setelah memperoleh gelar meester dari Sekolah Bisnis Rotterdam, menjabat sebagai sekretaris dan bendahara Jong Sumateranen Bond pusat. Muhammad Yamin menjabat ketua Jong Sumateranen Bond mempunyai peranan besar dalam memperkuat perasaan nasional, khususnya di kalangan pemuda.

Organisasi ini bersama-sama dengan organisasi pemuda lainnya berperan besar dalam menyatukan organisasi-organisasi pemuda setelah lahirnya Sumpah Pemuda. 

Sesungguhnya, sebelum Sumpah Pemuda, Jong Sumateranen Bond bersama-sama organisasi pemuda lainnya telah merintis usaha untuk mempersatukan organisasi-organisasi pemuda. 

Pada tanggal 15 November 1925, diadakan pertemuan di Jakarta untuk membicarakan kemungkinan diadakannya pertemuan pemuda yang mencakup berbagai organisasi pemuda. Dalam pertemuan ini wakil dari Jong Sumateranen Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Minahasa, Sekar Rukun, dan beberapa peminat lainnya sepakat membentuk sebuah panitia untuk mempersiapkan rapat besar pemuda. 

Panitia ini bertugas menggugah semangat bekerja sama di antara berbagai organisasi pemuda Indonesia untuk mewujudkan dasar pokok lahirnya persatuan Indonesia. Jong Sumateranen Bond menempatkan wakilnya duduk dalam kepanitiaan ini, yakni Jamaluddin Adinegoro sebagai sekretaris panitia, Sarbaini dan Bahder
Johan sebagai anggota pada tanggal 30 April 1926 berhasil mengadakan rapat besar pemuda di Jakarta, yang kemudian terkenal dengan nama Kongres Pemuda 1.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta