INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 26 Oktober 2013

Liberalisasi AS, Segelintir Corporate Sangat Kaya dan Sebagian Besar Warga Jatuh Miskin

Photo : www.thingaboutpoverty.com 
Oleh Sri Megawati

US Shutdown tidak sesederhana sekedar menunda operasi kantor-kantor pemerintah Federal AS, tetapi merupaan bukti yang paling relevan untuk saat ini bagi para birokrat yang masih berfikir bahwa liberalisasi itu penting dan harus.

Ini bukti bahwa negara semakin lama semakin diperberat oleh biaya operasional yang besar tetapi semakin miskin dengan pendapatan. Anggaran semakin tidak rasional dimana, pos pembiayaan akan terbenani oleh mega hutang.

Ini yang menyebabkan mengapa para senator dan DPR AS menolak untuk meningkatkan batas hutang. Mereka lebih menginginkan agar pemerintahan Barack Obama lebih memikirkan pengematan uang negara dan lebih memikirkan hal-hal yang subtansial. Mereka juga menginginkan bahwa beban sosial seperti tanggungan kesehatan yang akan dikeluarkan melalui program Obamacare tidaklah urgen dalam pemerintahan.

Para legislator AS masih beralasan bahwa rakyat AS telah diberikan kebebasan untuk berbisnis dan berusaha dan sekarang mereka menikmati kemakmuran (sebenarnya segelintir orang) dan sebuah kewajaran jika harus menangung biaya kesehatan secara mandiri.

Disisi lain juga para Ekonom AS banyak menilai bahwa Obamacare adalah ambigue antara Sosialisme dan Liberalisme. Amerika Serikat telah berada di antara titik jenus liberalisme yang sangat menguntungkan para konglomerat AS yang sudah sangat kaya raya, tetapi sebagian besar rakyat AS masih miskin jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti di Jerman, Inggris, Swiss, Jepang, Korea Selatan atau Singapura. Sehingga Barack Obama merasa harus ada upaya untuk menanggung beban kesehatan rakyat Amerika melalui program asuransi kesehatan.

Saat ini menurut Biro Sensus Amerika Serikat menunjukkan di negeri ini terdapar 46,2 juta rakyat miskin atau 1 dari 6 penduduknya miskin. Pada 2010, angka kemiskinan mencapai 15,1 persen, naik dari tahun sebelumnya, yakni 14,3 persen.

Kemiskinan ini dihitung dengan asumsi kemiskinan warga AS untuk seorang warga yang penghasilan tahunannya hanya sama dengan atau dibawah US$ 22.314 atau setara dengan Rp 192 juta per tahun untuk menghidupi 4 anggota keluarga. Sedangkan jumlah rakyat Amerika yang hidup tanpa jaminan asuransi kesehatan berjumlah 49,9 persen.

Secara perkapita rakyat Amerika terkesan kaya, karena warga miskinnya dirata-ratakan dengan konglomerat yang berpenghasilan milyaran dolar per hari. Kemiskinan tertinggi dalam sejarah Amerika modern pada tahun 1983 dan 1993.

Biro Sensus menyebutkan bahwa jumlah rakyat Amerika Serikat yang hidup di bawah garis kemiskinan terus meningkat selama 4 tahun terakhir ini. Tahun 2012 dan 2013 termasuk tahun dengan peningkatan jumlah kemiskinan yang cukup tinggi.

Jika dilihat dari data terdekat dari sekarang (tidak terbaru) Pada bulan November 2012 misalnya, Biro Sensus AS mengatakan lebih dari 16% penduduk AS hidup dalam kemiskinan, termasuk hampir 20% anak-anak Amerika, naik dari 14,3% (sekitar 43,6 juta) pada tahun 2009 dan ke level tertinggi sejak tahun 1993.

Pada tahun 2011 kemiskinan di Amerika Serikat mencapai 2%, yang berarti rumah tangga yang hidup dibawah garis kemiskinan sebesar $2 yang dihitung sebelum tunjangan pemerintah diberikan.  Pada tahun 2011 ini juga, kemiskinan anak mencapai tingkat rekor tinggi, dengan 16,7 juta anak yang hidup dalam rumah tangga rawan pangan, sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan dengan level tahun 2007.

Pada tahun 2009 jumlah orang yang berada di kemiskinan mendekati level 1960 yang menyebabkan Pemerintah AS secara nasional mempropagandankan perang terhadap kemiskinan. Pada tahun 2008, 13,2% (39,8 juta) Amerika hidup dalam kemiskinan. Negara bagian California memiliki tingkat kemiskinan 23,5%, tertinggi dari negara manapun di negara ini.

Inilah gambaran nyata AS saat ini yang terlalu baik diluar dan hancur didalam. Liberalisasi di AS pada akhirnya hanya membuat super kaya bagi segelintir orang dan ada yang kaya pada kaum menengah pada seperempat bagian, kemudian sebagian rakyat AS pada posisi tidak kaya tetapi masih cukup untuk dapat menghidupi keluarganya dan sisanya adalah orang yang berada pada garis kemiskinan.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta