INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 24 Oktober 2013

Hari Sumpah Pemuda adalah Pernyataan Lahirnya Bangsa Indonesia

Kongres Pemuda Indonesia II, 28 Oktober 1928
Hari Sumpah Pemuda pada setiap tanggal 28 Oktober menjadi pemyataan lahirnya bangsa dan kebangsaan Indonesia. Sumpah pemuda pertama kalinya diambil dan diikrarkan dalam sidang pleno ke-3 Kongres Pemuda Indonesia II, 28 Oktober 1928, di gedung Indonesisch Club Gebouw (Wisma Indonesia) di n. Kramat Raya 106 Jakarta. 
Dicetuskan oleh sekelompok pemuda Indonesia pada masa pergerakan nasional. Merupakan puncak peneguhan ideologi ke-Indonesia-an dan peristiwa nasional, yang membawa semangat nasionalisme ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam ejaan aslinya Sumpah Pemuda itu tertera sebagai berikut:

Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bersoempah darah yang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa yang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Tek Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II diselenggarakan oleh berbagai organisasi Indonesia, yakni Jong Java, Jong Soematra, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia. 
Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda II yang mengikrarkan tumpah darah yang satu - tanah Indonesia, berbangsa yang satu - bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan - bahasa Indonesia. 
Terbentuknya Sumpah Pemuda didorong oleh beberapa hal, perasaan persatuan, penggunaan bahasa Melayu yang dinamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dan usul untuk menyatukan organisasi pemuda saat Konggres Pemuda I tanggal 25-28 Desember 1927.

Saat penutupan Kongres Pemuda II, lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan. Kemudian dalam Kongres Rakyat Indonesia oleh GAPI di Jakarta 2325 Desember 1939, mengakui Indonesia Raya sebagai lagu persatuan dan Merah Putih sebagai bendera persatuan. 

Rumusan Sumpah Pemuda merupakan bentuk identitas nasional yang menjadi simbol persatuan dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi kekuatan kolonial. Sumpah Pemuda juga sebagai fase kedua dari nasionalisme Indonesia, berupa konseptualisasi yang meletakkan solidaritas dan kepentingan bersama di atas primordialisme, suku, dan agama.

Awalnya ide Sumpah Pemuda sudah menjadi wacana sebelum diselenggarakannya Kongres Pemuda Indonesia II yaitu mulai tercetus pada pertemuan para pemuda tanggal 20 Februari 1927, tetapi kesepakatan ini belum final. Kemudian pada 3 Mei 1928 diadakan pertemuan lagi, dan dilanjutkan pada 12 Agustus 1928.

Pada pertemuan terakhir yang telah final dan tercapainya kebulatan tekad pada pemuda untuk menyampaikan semangat persatuan melalui sumpah pemuda ini dihadiri semua organisasi pemuda dan diputuskan untuk mengadakan Kongres pada bulan Oktober 1928, dengan susunan panitia dengan setiap jabatan dibagi kepada satu organisasi pemuda (tidak ada organisasi yang rangkap jabatan) sebagai berikut:

    Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
    Wakil Ketua: R.M. Joko Marsaid (Jong Java)
    Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Soematranen Bond)
    Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
    Pembantu I: Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
    Pembantu II: R. Katjasoengkana (Pemoeda Indonesia)
    Pembantu III: R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
    Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
    Pembantu V: Mohammad Rochjani Su'ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

Sumpah pemuda menjadi spirit para pemuda dan pemudi Indonesia dalam usaha pergerakan kemerdekaan Indonesia yang waktu itu belum didapat, dan juga telah menjadi bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan, walau baru semangat kebersamaan dan memulai pergerakan secara nasional. 

Sumpah Pemuda ini juga oleh segenap rakyat Indonesia diperingati sebagai hari yang bersejarah, yaitu hari Sumpah Pemuda pada setiap 28 Oktober bangsa Indonesia merayakan sebagai hari Sumpah Pemuda yang menjaga komitmen persatuan nasional.

Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta