INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 21 Oktober 2013

Buruh Unjuk Rasa Besar di Jakarta, Tuntut Kenaikan UMR 50%

Demo Buruh di Jakarta
Courtesy Youtobe
Buruh kembali melakukan unjuk rasa di Jakarta, Senin (21/10/2013). Unjuk rasa kali ini dilakukan dengan melakukan long march dari Depok dan  berakhir di depan Gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Demo buruh ini dikawal oleh 8000 polisi dari tim gabungan Mabes Polri, Pemerintah DKI Jakarta, TNI, Polda Metro Jaya, serta resimen jajaran sebanyak 8000 personil.

Buruh merasa semakin tertindas sehingga mereka mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memutuskan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 sebesar Rp 3,7 juta per bulan dan 50% secara nasional. Jika tidak, buruh mengancam akan melakukan mogok massal pada bulan ini.

Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari unsur Buruh, Dedi Hartono hari ini (20/10) mengungkapkan, pihaknya meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) supaya menaikkan besaran biaya perumahan yang masuk dalam item Komponen Hidup Layak (KHL) menjadi Rp 800 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 650 ribu per bulan. Angka ini merupakan hasil keputusan dewan pengupahan dari Apindo dan pemerintah.

Dedi mengatakan, setelah penyempurnaan KHL, pemerintah harus menggunakan metode regresi untuk menghitung KHL. Dia beranggapan, bila berpatokan pada perhitungan KHL tahun ini akan sangat tidak relevan jika KHL tersebut diterapkan pada 2014.

Setelah KHL dihitung, lalu ditambah dengan angka pertumbuhan ekonomi, produktifitas, dan inflasi, maka akan terjadi kenaikan upah minimum 2014 sekitar Rp 3,5 juta-Rp 3,7 juta per bulan.

Senada, Wakil Presiden FSPMI, Iswan Abdulah menerangkan, berdasarkan hasil survei pasar yang dilakukan dewan pengupahan dari unsur buruh, dengan menggunakan metode regresi atau proyeksi sesuai dengan Permenakertrans Nomor 13 tahun 2012 menunjukan upah minimum DKI Jakarta adalah Rp 3.761.445, 28.

Iswan menilai, tuntutan buruh terhadap UMP sangat wajat mengingat realisasi perekonomian Indonesia tahun lalu yang mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar nomor 15 di dunia yang meraup US$ 100 triliun.

Pendapatan per kapita juga meningkat dari US$ 3,8 ribu di 2011 menjadi US$ 4 ribu pada tahun ini. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 6,2% di tahun lalu atau peringkat kedua di dunia setelah China.

Kondisi ini, tambah Iswan bertolak belakang dengan upah buruh yang diterima jauh lebih rendah di bawah buruh China, Filipina, Hong Kong dan Jepang. "Jadi wajar lah bila minta UMP DKI Jakarta sebesar Rp 3,7 juta per bulan dan nasional naik 50%," kata Iswan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Buruh (FB) DKI Jakarta Muhammad Toha menyatakan, untuk merealisasikan tuntutan tersebut, seluruh massa FB-DKI Jakarta siap melakukan mogok nasional pada 28-30 Oktober 2013.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta