INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 14 Oktober 2013

Bali Democracy Forum Akan Diselenggarakan November 2013

Bali Democracy Forum
Direktur  Jenderal  Informasi   dan   Diplomasi Publik  A M Fachir  telah  melakukan briefing  tentang penyelenggaraan  Bali  Democracy   Forum VI   kepada   21 duta  besar  dan 100 diplomat  asing   lainnya,  yang mewakili   sekitar 80 perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta,  termasuk organisasi  internasional, pada Jum’at (11/09) pagi di Ruang Nusantara, Kemlu.

BDF VI tahun ini diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) pada tanggal 7-8 November 2013, dengan mengusung tema “Consolidating Democracy in Pluralistic Society”. Kegiatan yang akan dibuka oleh Presiden RI ini as of date juga akan dihadiri oleh Presiden Timor Leste dan Sultan Brunei Darussalam.

Hari pertama sesi BDF ditujukan untuk general debate berupa presentasi sejumlah statemen, sementara pada hari kedua akan dilangsungkan sesi interaktif dengan menghadirkan masing-masing dua menteri sebagai panelis untuk membahas dua subtema BDF VI, yaitu “Conducting Free and Fair Elections” dan “Building and Strengthening Democratic Institutions”.

Indonesia telah berperan sebagai prime-mover selama enam tahun terakhir dalam ikut memajukan demokrasi di kawasan, dengan menyelenggarakan BDF untuk turut mengembangkan dan mengintensifkan dialog bagi peningkatan saling-pengertian dan penghargaan di antara bangsa-bangsa. Diketahui bahwa BDF merupakan satu-satunya  forum di Asia Pasifik yang membahas isu-isu demokrasi secara terbuka dan konstruktif, lepas dari political taboo dan stardarisasi yang restriktif.

Akseptabilitas dan animo yang tinggi dari negara-negara peserta (participant) di kawasan Asia Pasifik  dan pengamat (observer) di luar kawasan itu, tercermin dari partisipasi yang terus meningkat di BDF dari tahun ke tahun.

Kesuksesan BDF terletak pada prinsip dasar yang mengusung isu demokrasi yang bersifat home-grown dan all-inclusive, dengan menempatkan semua negara peserta dalam posisi yang sama bagi sharing of experiences dan best practices, sesuai kondisi negara masing-masing.

Hasil-hasil kesepakatan BDF yang bersifat non-binding berupa Chairman Statement dilaksanakan dalam bentuk program peningkatan kapasitas, workshop ataupun dialog oleh Institute for Peace and Democracy (IPD) selaku implementing agency BDF.

IPD yang juga diresmikan pendiriannya pada tahun 2008 kini telah memiliki infrastruktur berupa gedung yang sangat memadai untuk melakukan berbagai riset di kompleks Universitas Udayana, Bali. Sejak beberapa tahun terakhir, IPD telah melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain dengan mendatangkan peserta dari Myanmar, Mesir, Tunisia dan Fiji ke Indonesia dan atau melaksanakan kegiatan di negara-negara tersebut.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta