INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 16 Oktober 2013

Bagaimana Kesuksesan Rusia Mengurangi Rakyat Miskinnya?

Peta Rusia yang Luas
Oleh Sri Megawati

Sejarah Rusia tidak bisa lepas dari masa Uni Soviet yang akhirnya rubuh dan kemudian pecah menjadi negara-negara pecahan di Balkan, Asia Tengah dan Eropa Timur. Keruntuhan ekonomi negara itu telah menyebabkan juga kehancuran dari suatu negara.

Kemiskinan warisan Uni Soviet itu harus diperbaiki di masa Rusia sekarang. Negara yang akibat sejarah masih harus menanggung kerugian masa lalu negara kuat di timur Eropa ini. Tetapi perbaikan dan kebangkitan ekonomi sedikit demi sedikit sudah terbit.

Di mulailah masa-masa kebangkitannya Rusia sudah berubah. Kesejahteraan, hak rakyat untuk berbicara, pelayanan publik, perbaikan sektor pendidikan, peningkatan fasilitas kota dan sebagainya telah merubah wajar negeri beruang putih tersebut.

Indikator utama perbaikan status sosial ekonomi adalah berkurangnya jumlah warga yang miskin. Pada 8 Februari 2005 misalnya, Bank Dunia pun mengeluarkan laporan berjudul “Russian Federation: Reducing Poverity Through Growht and Social Policy Reform” yangn membahas kesuksesan Rusia mengurangi kemiskinan karena keberhasilan menciptakan pertumbuhan ekonomi, pengembangan ekonomi domestic dan juga lewat peningkatan pengeluaran sosial.

Ya, penurunan kemiskinan merupakan salah satu indikator paling menonjol daeri kebangkitan ekonomi Rusia. Kini warga Rusia menjadi pihak yang turut menikmati kenaikan harga minyak. Rejeki minyak, tak pelak lagi menjadi bagian penting dalam kebangkitan ekonomi dan juga pengurangan kemiskinan itu sendiri.

Di halaman 88-101 dari laporan Bank Dunia itu disebutkan bahwa kebangkitan ekonomi telah pula meningkatkan penerimaan Negara. Hal ini menjadi alat bagi Negara mengatasi kemiskinan yang mendominasi persoalan di Rusia modern pada dekade 1990-an. Salah satu perioritas alokasi anggaran pemerintah itu adalah program perlindungan sosial, yang di dalamnya termasuk peningkatan dana pensiunan. Pengeluaran untuk dana pensiunan merupakan salah satu komponen utama dari strategi pengurangan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah.

Alasannya, para pensiunan adalah mereka yang pernah berjasa bagi Negara, namun termasuk yang paling menderita pada puncak kehancuran ekonomi decade 1990-an. Lagi, para pensiunan adalah target paling jelas untuk redistribusi pendapatan karena tercatat relative lebih lengkap.

Program pengurangan kemiskinan ini merupakan bagian dari proyek-proyek nasional Rusia. Kekuatan keuangan Negara membuat pemerintah menjalankan protek-proyek berskala nasional, yang bertujuan memberi manfaat bagi ekonomi dalam jangka panjang dan demi kemakmuran rakyat. Pryek nasional itu diimplementasikan ke empat jenis proyek yakni kesehatan, pendidikan, perumahan, dan pertanian.

Proyek nasional bidang kesehatan mencakup bantuan bagi ibu atas kelahiran anak. Dalam proyek ini ada peningkatan pengeluaran untuk sector kesehatan, seperti pembangunan rumah sakit baru, peningkatan gaji dokter, perawat. Undang-undang dasar Rusia. Disisi lain Rusia mimiliki dokter, rumah sakit,dan pekerja medis dengan jumlah yang lebih tinggi dari Negara mana pun di dunia.

Proyek nasional bidang perumahan dilakukan lewat pemberian pinjaman murah untuk pembelian perumahan. Pemerintah juga terlibat pada pembangunan perumahan murah, serta membri pinjaman murah untuk renovasi perumahan. Untuk proyek nasional bidang pendidikan, diantaranya berupa pendirian dya universitas dan alokasi dana untuk beasiswa bagi siswa terbaik.

Secara umum, proyek nasional ini didorong demi melaksanakan program redistribusi pendaptan. Banyak warga yang tercakup dalam program ini, yakni sekitar 79 persen dari total penduduk Rusia. Mereka mendapatkan manfaat secara langsung atau tidak langsung, termasuk lewat peningkatan program sosial pemerintah.

Rusia juga memperkuat pengeluaran untuk system perlindungan sosial. Didalam pengeluaran ini, termasuk pengadaan asuransi sosial, program bantuan untuk para pengangguran, juga bantuan uang tunai terhadap kelompok warga termiskin.
Warga Rusia juga mendapatkan subsidi tak langsung untuk jasa publk seperti transportasi dan lainnya. Untuk layanan telepon, perjalanan domestic, rakyat Rusia juga mendapatkan subsidi.

Dalam rangka pertolongan pada kaum papa,sekitar 8,8 persen dari seluruh warga Rusia mendapatkan bantuan uang tunai, sekitar 3,2 persen penduduk mendapatkan bantuan makanan dan 7 persen warga mendapatkan bantuan langsung untuk pelayanan kesehatan.

Program perlindungan sosial yang sudah umum dijalankan di Eropa Barat juga berjalan di Rusia. Otoritas daerah juga turut berperan meningkatkan standar hidup, termasuk mengangkat derajat warga paling miskin.

Proyek-proyek nasional itu berperan menurunkan jumlah warga miskin. Sebagai contoh, Rusia berhasil menaikan jumlah warga kelas menengah dari 8 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 55 juta pada tahun 2005, atau sekitar 37 persen dari total jumlah penduduk, sebagaimana diberitakan mingguan AS Business Week, 7 Desember 2006.

Pada 1999 jumlah pengganguaran di Rusia 8,6 juta dan turun menjadi 5 juta pada2006. Penurunan jumlah pengganguran turut berperan menurunkan jumlah warga miskin.

Secara umum terjadi pemilikan kekayaan yang relative lebih merata. Ini beda dengan keadaan pada pertengahan dekada 1990-an dimana kekuatan ekonomi terkonsentrasi di Moskwa. Kekuatan ekonomi di Moskwa itu dimiliki segelintir orang yang terdiri dari pebisnis besar, politisi, dan aparat keamanan. Di Moskwa oligarki ekonomi, yang terdiri dari politisi, banker, pengusaha, aparat keamanan, dan dewan kota, mengontrol aset keuangan. Semua ini diatur oleh Wali Kota Moskwa Yuriy Luzhkov. Bisnis ologarki ini dilindungi pula oleh mafia. Sebagaimana oligarki lainnya, Yukos-Menatep seringkali dituduh terkait dengan organisasi criminal. Pada era ini fenomena pembunuhan, suap-menyuap menjadi sebuah fenomena besar. Keadaan seperti ini masih berlangsunghingga sekarang.

Bahkan peningkatan kekayaan elite Rusia yang tinggal di Moskwa itu lebih pesat dari peningkatan keuangan pemerintah Pusat. Malah saat ini pemerintah pusat makin kehilangan reputasi.
“Kita Telah melakukan banyak hal untuk membebaskan Rusia dari kemelut sosial ekonomi domestic. Kita akan melanjutkan tindakan dengan menempuh pembangunan ekonomi evolusioner, dan, saya ‘dipaksa’ untuk melakukan itu, dan tidak akan membiarkan asing melakukan campurtangan dalam proses ini,“ kata Putin di hadapan para diplomat asing pada 2007”.

Semua program perlindungan sosial Rusia itu dimungkinkan dengan meningkatnya kontribusi sector minyak, gas, alam, logam, dan kayu lapis pada penerimaan Negara. Sector-sektor ini menyumbang lebih dari 80 persen terhadap total ekspor Rusia, dan hampir semuanya mengalir ke kas Negara.
Sector minyak dan gas adalah penyumbang terbesar bagi pertumbuhan produksi domestic bruto (PDB) Rusia. Sector ini member kontribusi sebesar 5,7 persen dari rata-rata 6-7 persen pertumbuhan PDB per tahun.

Kenaikan penerimaan dari migas membuat Rusia juga mencatatkan peningkatan cadangan devisa dari 12 miliar dollar AS pada tahun 1999 menjadi 315 miliar dollar AS pada 2006, ketiga terbesar di dunia (setelah China dan Jepang). Cadangan devisa Rusia pada Oktober 2007 mencapai 447,9 miliar dollar AS. Negara ini benar-benar menikmati rezeki dari kenaikan harga minyak dunia.

Sector konstruksi, konsumsi barang, dan jasa juga meningkat. Sector ini menjadi pelengkap dari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi Rusia. Sector konsumsi juga didorong dengan pengenaan pajak penghasilan 13 persen, yang terendah di dunia.

Semua factor ini membuat ekonomi Rusia bertumbuh melampaui perkiraan para ekonom sebelumnya. IMF dan Babk Dunia memperkirakan pertumbuhan PDB settidaknya 7 persen pada 2007.

Peran investasi asing juga menjadi pelengkap lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Rusia. Pada periode Januari-Juli 2007, investasi asing yang masuk ke Rusia mencapai 60,3 miliar dollar AS. Ini kontras dengan kekhwatiran umum bahwa Rusia akan dihindari investor asing karena memberangus oligarki.

Wajar saja jika sekarang ini Rusia menjadi etalasi produk-produk asing seperti bir buatan Heineken (Belanda), ada pula usaha eceran asal Swedia bernama Ikea yang omzet penjualannya bertumbuh pesat. Demikian pula otomotif asing seperti buatan Ford, General Motors, Toyota, dan lainnya, kini sedang memperluas dan meningkatkan pemasaran di Rusia, apalagi penurunan daya beli di Eropa yang terus menerus sekarang ini telah melemahkan permintaan disana, sehingga perlu tempat baru ekspansi produk tersebut.

Selain itu Perbankan asing juga berdatangan sepeerti Citibank, yang pada 2007 meningkatkan jumlah cabangnya menjadi dua kali lipat dari 2006. Citibank mencatatkan pertumbuhan bisnis 70 persen sepanjang2007 saja. Perkembangan pesat bisnis asing di Rusia tidak mengherankan. Bayangkan saja, rata-rata gaji warga Rusia naik dari 65 dollar AS pasa 1999 menjadi 540 dollar AS pada Agustus 2007.

Mungkin sekarang ini adalah eranya Rusia, China dan India untuk bergeliat. Bukannya mereka telah berubah menjadi kapitalis, karena faktanya BUMN Rusia dan China menjadi nadi paling besar yang mengalirkan pendapatan untuk negara. Itulah yang menyebabkan devisa Rusia sekarang ini mulai gemuk. Walaupun krisis ekonomi dunia yang lalu sempat mempengaruhi kinerja ekonomi Rusia, tetapi sekarang ini sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta