INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 26 September 2013

Malaysia Melakukan Pengusiran Tenaga Kerja Asing Ilegal

Menteri Dalam Negeri Malaysia tanggal 24 September lalu menyatakan, terhitung hingga tanggal 16 September 2013, Malaysia telah menangkap sebanyak 4,356 tenaga kerja asing ilegal dalam aksi pembersihan tenaga kerja asing ilegal di negaranya. Di antara tenaga-tenaga kerja asing ilegal yang tertangkap, kebanyakan berasal dari Indonesia, yaitu sebanyak 1,355 orang.

Malaysia termasuk dalam jajaran negara maju di Asia Tenggara, dengan situasi poilitik yang stabil, ekonomi yang makmur, dan banyak merekrut tenaga kerja asing, termasuk yang sesuai ketentuan hukum maupun yang tidak mempunyai kartu izin.

Tenaga kerja asing di Malaysia kebanyakan berasal dari Indonesia, Myanmar, Bangladesh dan Nepal. Di antara tenaga kerja asing ilegal yang tertangkap, sepertiganya berasal dari Indonesia.

Hal ini dikarenakan letak Indonesia yang bersebelahan dengan Malaysia, dan kedua negara ini sama-sama adalah anggota ASEAN, sehingga tidak diperlukan visa. Selain itu, bahasa Indonesia juga hampir sama dengan bahasa Melayu Malaysia.

Kebanyakan tenaga kerja asing ilegal dari Indonesia bekerja di proyek konstruksi dan lahan perkebunan. Begitu mendengar pihak berwenang datang melakukan pemeriksaan, para tenaga kerja ilegal akan langsung bersembunyi di dalam hutan, sehingga sulit bagi pemerintah Malaysia untuk menangkap mereka. Walau pemerintah Malaysia sudah seringkali melakukan aksi pembersihan, tapi fenomena perekerutan tenaga asing ilegal sudah biasa di Malaysia.

Banyak tenaga asing ilegal di negeri jiran itu bekerja sebagai buruh kasar sebab tidak mempunyai ketrampilan khusus, juga karena tidak memiliki identitas yang sah. Dengan demikian, hak dan kepentingan mereka juga tidak bisa dijamin oleh hukum yang ada, nasib mereka hanya bisa tergantung kepada belas kasihan majikan.

Beberapa tahun ini, akibat kondisi ekonomi internasional yang memburuk, perkembangan ekonomi Malaysia melamban, kebutuhan terhadap tenaga asing menurun. Hal ini mengakibatkan banyak tenaga asing menetap di Malaysia secara ilegal, sehingga menimbulkan masalah sosial yang mengancam Malaysia.

Warga Malaysia juga mulai menyerukan ketidakpuasan terhadap para tenaga asing ilegal ini. Untuk itu, Malaysia mengambil aksi pembersihan besar-besaran sejak tanggal 1 September 2013, dan akan berlangsung hingga akhir tahun ini. Sejak awal operasi pembersihan ini,

Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyerukan para pemilik usaha untuk tidak mempekerjakan tenaga asing ilegal. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjamin hak dan kepentingan para tenaga kerja asing.

Polisi Malaysia mulai melakukan pemberantasan terhadap kelompok mafia dan organisasi gelap yang kerap melakukan tindak kekerasan sejak tanggal 17 Agutus lalu. Kedua operasi ini dimulai pada waktu sama, karena banyak tenaga asing ilegal yang berkumpul berkelompok menurut etnis atau kewarganegaraannya.

Hingga tanggal 18 September 2013, polisi Malaysia telah menangkap sebanyak 9000 orang, menyita 289 pucuk senjata. Sejak itu, aksi kejahatan telah menurun sebanyak 7,34 persen, kejahatan serius menurun 12,48 persen, kejahatan pembunuhan menurun 33,78 persen, kejahatan perampokan menurun 26 persen. Sejumlah kepala mafia kemudian bersembunyi ke luar Malaysia.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta