INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 21 September 2013

Kopassus Akan Amankan KTT APEC Bali

Pemerintah tak mau ambil risiko dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bali bulan depan. Acara akbar yang akan dihadiri Presiden AS Barack Obama dan puluhan pemimpin dunia itu akan diamankan oleh korps baret merah. Tak tanggung-tanggung, Satuan Penanggulangan Teror (SatGultor) Kopassus yang akan turun langsung.


”Kita amankan sebaik-baiknya. KTT APEC harus sukses dan lancar,” ujar Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo di sela penutupan Counter Terrorism Exercise ADMM Plus di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Sentul, kemarin (13/09).   

Kopassus, dengan kekuatan satu batalyon , saat ini melaksanakan latihan di seluruh wilayah Provinsi Bali, terutama di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Bangli dan Gianyar serta daerah-daerah penyeberangan menuju Bali. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan penguasaan taktik, baik secara perorangan maupun dalam tingkatan satuan. ”Tujuannya untuk mensterilkan wilayah Bali dari berbagai macam kemungkinan  menjelang KTT APEC,” katanya.

Sebelum mengamankan Bali, Satgultor Kopassus juga ikut dalam latihan bersama 18 negara yang berakhir kemarin. Selama latihan ini, peserta mendapatkan materi latihan yakni Table Top Exercise (TTX), Practical Exercise (PE), diskusi dan praktek latihan kasus.

Latihan Counter Terrorism (CT) itu dipimpin  langsung oleh Agus selaku direktur latihan. Wakilnya adalah, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana. Alutsista yang digunakan antara lain helikopter (Bell, Puma, MI-17), kendaraan operasional darat dan kapal Sea Rider. Latihan penanggulangan terorisme ini melibatkan sekitar 100 orang pasukan elite asing dan 60 orang pasukan elite TNI yang berasal dari Kopassus, Denbravo dan Denjaka.

Sementara itu, TNI juga siap membantu polisi menangkap para pelaku teror yang meresahkan masyarakat. Namun, perlu ada payung hukum yang tegas. ”Sebenarnya, unit antiteror TNI sudah diajukan. Tapi menunggu keputusan dari Panglima TNI dan DPR RI,” kata Agus.

Pembentukan unit kontrateror superspesialis ini sudah dirancang sejak 2010. ”Dalam unit ini SatGultor Kopassus akan bergabung dengan Denjaka dari Marinir dan Den Bravo dari Paskhas TNI AU. Ini akan menjadi kekuatan luar biasa melawan teroris,”katanya.

Mantan Danpaspampres ini melanjutkan, unit ini direncanakan berbentuk organ kecil. Namun, saat diperlukan akan menjadi besar karena pasukan khusus dari ketiga matra darat, laut dan udara bergabung. ”Bila operasi selesai semua unit akan kembali ke kesatuan masing-masing,” katanya.

Unit ini bisa sebagai jawaban dari keterbatasan Polri dalam menangani berbagai aksi teror yang intensitasnya terus meningkat. Pasukan khusus antiteror TNI dilibatkan bila Polri meminta bantuan. TNI ini juga sudah beraksi saat ada terorisme lintas negara. Operasi terakhir adalah pembebasan sandera kapal Sinar Kudus di perairan Somalia.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta