INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 15 Agustus 2013

Kekejaman Militer Mesir Dikecam Komunitas Internasional

Militer dan polisi Mesir menembaki dengan peluru tajam ke arah kerumunan pengunjuk rasa. Sedikitnya  278 warga sipil tewas seperti yang dilaporkan oleh Kementrian Kesehatan Mesir yang dilansir oleh Xinhua, tetapi angka ini masih akan terus berubah mengingat jumlah korban sipil yang tewas masih terus bertambah. Sedangkan yang luka-luka lebih dari 2000 orang.

Pasukan bersenjata lengkap menyerbu dengan menggunakan nama operasi pembersihan-up, mereka bergerak maju ke lokasi protes di Kairo dan bentrok dengan pendukung Presiden terguling Mohamed Mursi di Rabaa al-Adawiya Square Kairo Nasr City dan Nahda Square Giza. Para pengunjuk rasa pro-Morsi telah duduk di sana selama sekitar 45 hari.

Penyerangan dilakukan secara refresif. menerut berbagai saksi mata penembakan juga dilakukan oleh para sniper diberbagai gedung bertingkat. Penembak jitu menembaki alun-alun dari bangunan sekitarnya sementara helikopter melayang overhead dan buldoser lapis baja dibajak lebih pertahanan darurat para pengunjuk rasa, demikian seperti yang dilansir oleh media Aljazeera.

Setelah operasi itu selesai dan berjalan sukses pemerintah junta militer Mesir memberlakukan jam malam di 14 provinsi mulai malami Rabu, dan negara dinyatakan dalam keadaan darurat selama sebulan.

Polisi melakukan patroli keliling kota dan melakukan penangkapan kepada seluruh warga Mesir yang berada di luar. Mereka juga langsung menembak untuk warga yang dianggap membahayakan. Aksi refresif polisi ini menyebabkan perlawanan warga di seluruh Mesir. Mereka bergerak menyerang tentara dan polisi dengan berbagai senjata yang ada. Kekerasan menyebar di luar Kairo, dengan bentrokan mematikan di kota-kota Alexandria, Suez dan Fayoum.

"Mereka menghancurkan  kami. Polisi dan tentara menembakkan gas air mata pada anak-anak," kata Saleh Abdulaziz, 39, seorang guru sekolah menengah menggenggam luka berdarah di kepalanya seperti yang dikutip Aljazeera.

Sekarang ini polisi mengambil kontrol penuh dari al-Adawiya kamp Rabaa pada Rabu sore, kantor berita pemerintah melaporkan.
Jam malam mulai berlaku pada 9 waktu setempat (19.00 WIB) dan ditetapkan berlangsung hingga 06:00 (04:00 GMT).

Didukung militer perdana menteri interim Mesir membela keputusan pemerintah untuk memerintahkan menghancurkan kamp-kamp para pengunjuk rasa, mengatakan pemerintah tidak punya pilihan selain untuk bertindak.

Kantor kepresidenan mengatakan langkah-langkah luar biasa yang diambil sebagai tindak "keamanan dan ketertiban bangsa karena sabotase yang disengaja, dan serangan terhadap gedung-gedung publik dan swasta dan hilangnya kehidupan akibat kelompok ekstremis".

Dalam menanggapi kekerasan yang dilakukan militer dan polisi, Mohamed ElBaradei, wakil presiden interim dan mantan diplomat PBB, protes dengan cara-cara kekerasan pihak tentara dan polisi, atas ketidaksetujuannya itu ia mengundurkan diri.

ElBaradei menyatakan dalam sebuah surat kepada pemimpin negara itu bahwa konflik bisa diselesaikan dengan cara damai."Manfaat apa yang terjadi saat ini?  Mereka dipanggilan untuk kekerasan, terorisme dan kelompok yang paling ekstrim," tulisnya seperti yang dikutip oleh Aljazeera.

Dua wartawan tewas saat meliput kekerasan. Mick Deane, seorang juru kamera yang berbasis di Inggris Sky News channel, dan Habiba Abd Elaziz, seorang reporter untuk koran Xpress berbasis di UEA, meninggal akibat luka tembak oleh militer Mesir.

Kecaman komunitas internasional semakin keras, dan menyerukan pihak militer agar menghentikan kekerasan dan segera dilakukan pemilihan umum.Seperti yang diungkapkan oleh Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton meminta pasukan keamanan untuk "menahan diri sepenuhnya".
Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan agar hentikan kekerasan dan segera dilakukan pemilihan umum di Mesir.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta