INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 18 Agustus 2013

Jerman Mempertimbangkan Pembekuan Hubungan Diplomatik Terhadap Mesir

Setelah aksi militer Mesir yang secara brutal melakukan pemusnahan terhadap kelompok politik yagn dianggap tidak sejalan, sehingga menimbulkan lebih dari 600 orang dan 4600 luka-luka. Berbagai respon internasonal berdatangan. Salah satu kecaman yang langsung memberiakn warning keras adalah Jerman. 

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada hari Jumat b(16/8/2013) bahwa Jerman akan meninjau hubungan dengan Mesir setelah berbicara dengan Presiden Prancis Francois Hollande melalui telepon tentang situasi di negara Afrika utara bermasalah itu setelah militer Mesir melakukan pembantaian terhadap lebih dari 600 orang dan 4600 luka-luka.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Merkel mengatakan bahwa pemerintah Jerman akan meninjau hubungan dengan Mesir dalam pandangan perkembangan terbaru, Merkel dan Hollande setuju bahwa "Uni Eropa juga harus melakukan kajian komprehensif dari hubungan dengan Mesir.


Pernyataan itu mengatakan kedua pemimpin berbagi "keprihatinan yang mendalam dan cemas tentang tingginya jumlah korban jiwa dan luka-luka" akibat bentrokan antara pendukung Presiden terguling Mohamed Mursi dan pasukan keamanan, dan akan terus berkoordinasi antara mereka terhadap krisis yang terjadi.

Pemerintah Jerman sebelumnya mengatakan pada Jumat bahwa ia "mengutuk dalam istilah terkuat" pertumpahan darah di Mesir, menasihati warga Jerman untuk tidak bepergian ke resor wisata Laut Merah Mesir.

Merkel mengatakan dalam kutipan pra-merilis sebuah wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung bahwa kekerasan harus dalam kondisi digunakan sebagai solusi untuk masalah politik, menambahkan bahwa Mesir hanya dapat mengatasi krisis dalam proses politik yang damai yang terbuka untuk semua politik memaksa dan tidak mengecualikan pihak manapun.

Mesir telah mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan dan memberlakukan jam malam di sejumlah provinsi gejolak-hit termasuk Kairo, Alexandria, Utara dan Sinai Selatan. Sayangnya dalam jam malam ini justru digunakan oleh pihak militer untuk mengepung berbagai orang yang dianggap pengikut Ihwanul Muslimin.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyatakan untuk mengutuk kekerasan militer Mesir terhadap sipil dan menghentikan latihan militer bersama antara pasukan AS dan pasukan Mesir, dan Obama juga meminta pemerintah Mesir untuk mencabut keadaan darurat dan tetap mengizinkan unjuk rasa damai.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta