INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 13 Agustus 2013

Gunung Rokatenda Masih Aktif dan Berbahaya

Gunung berapi Rokatenda masih berbahaya dan rawan bagi warga sekitar. Gunung berapi yang terletak di pulau Palue, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ini masih menyemburkan abu vulkanik, pada saat meletus ketinggiannya mencapai  2000 meter dari puncaknya ketika meletus dini hari Sabtu (10/8/2013).

Warga diminta tetap waspada seperti yang disampaikan oleh Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera meminta warga untuk tetap waspada ia juga menyatakan  bahwa asap masih mengepul dari kawah gunung Rokatenda, namun tidak ada letusan lagi, pada hari Senin (12/0813).

Proses evakuasi terhadap warga masih terus berlanjut dan sudah lebih dari 400 warga pada hari Minggu (11/08/13) sudah diungsikan dari pulau Palue ke kamp di Maumere, dalam waktu perjalanan sekitar lima jam perjalanan kapal.

Sayangnya evakuasi tidak berjalan mulus karena ada sebagian warga yang menolak untuk dievakuasi dengan alasan keamanan rumah atau menganggap sepele bahaya yang mungkin timbul, walaupun warga tersebut masih dalam zona merah- 3 kilometer seputar kawah.

Menurutnya, para pengungsi berasal dari dua desa yang terimbas langsung oleh letusan. Sekitar 50 hektar tanaman pertanian warga kedua desa itu dipastikan gagal panen karena hangus atau terkubur abu.

Sebelum meletus pada Sabtu lalu sebenarnya Gunung Lokatenda sudah pernah meletus pada awal Februari 2013 lalu. Kemudian pada tahun Oktober 2012 gunung ini juga pernah meletus, sehingga warga sekitar harus dievakuasi ke wilayah yang aman.

Gunung dengan ketinggian 875 mete ini menjadi bagian dari cincin api yang berjajar di nusantara, gunung ini sangat aktif. Letusan terhebat terjadi pada 4 Agustus - 25 September 1928, yang sebagian besar terjadi karena tsunami menyusul gempa vulkanik. Penduduk Palu'e saat itu sebanyak 266 jiwa.

Letusan kembali terjadi pada tanggal 23 Maret 1985 dengan embusan abu mencapai 2 km dan lontaran material lebih kurang 300 meter di atas puncak. Lokasi letusan berada di lereng tubuh kubah lava tahun 1981, sebelah barat laut dengan ukuran lubang letusan 30 x 40 meter. Tidak ada korban jiwa dalam letusan tersebut.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta