INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 28 Juli 2013

Rezim Devisa Bebas Menjadi Biang Kerok Stabilitas Rupiah

Oleh Heri Hidayat Makmun

Mungkin sebagian masyarakat kaget dengan turunnya nilai rupiah menembus batas psikologis di atas Rp. 10.000,-. Selama ini posisi rupiah walaupun dalam kondisi apapun setelah masa perbaikan paska krisis ekonomi tahun 1997, rupiah relative masih stabil dengan dan dapat bertahan selam waktu yang lama di bawah level sepuluh ribu rupiah.

Kondisi , fundamental dan aktivitas swasta berupa ekport impor masih mampu menjaga posisi dilevel itu, tetapi mengapa pada Juli 2013 ini rupiah bisa tersungkur sampai diatas sepuluh ribu rupiah?

Krisis yang terjadi di Amerika Serikat, Uni Eropa pada beberapa waktu yang lalu sebenarnya berperan baik terhapap stabilitas rupiah,  tetapi di saatkondisi ekonomi di Amerika Serikat dan Uni Eropa membaik justru kita tidak mampu menahan pergerakan dolar Amerika Serikat yang terus menguat.

Penguatan dolar ini terjadi saat aktivitas permintaan dolar di pasar internasional , regional dan didalam negeri kita sangat tinggi. Di luar masalah teknis perbaikan ekonomi Amerika Serikat didalam negeri kita juga pemerintah terlalu longgar untuk memberikan kebebasan perusahaan ekportir untuk menahan uangnya  dalam bentuk dolar lama di luar negeri. Sangat mirisnya lagi perusahaan-perusahaan disektor pertambangan mineral batu-bara  melakukan ini yang seharusnya  menjadi pertahanan kekuatan ekonomi kita.

Liberalisasi ekonomi yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia pada struktur ekonomi kita sudah merusak kekuatan ekonomi kita. Sudah asset mineral kita diserahkan ke asing, proses perdagangan dan exportnya juga dilakukan dengan dolar, yang dananya tidak dimasukkan diperbankan nasional tetapi diendapkan diperbankan Singapura dalam bentuk dolar. Sedih sekali...

Ini terjadi karena pemerintah kita lemah, dan terlalu mudah di stir oleh kepentingan asing dan kapitalisme  global.  Tentu kelemahan ini harus diubah, karena dalam jangka panjang akan merugikan perekonomian kita.
Sejak masa Gubernur Bank Indonesia (BI)-nya Boediono yang sekarang  menjadi  Wakil Presiden RI, BI menetapkan kebijakan pada rezim devisa bebas untuk rupiah kita.  Penerbitan peraturan dalam pembelian valuta asing pada masa itu dicurigai oleh banyak pihak sebagai pesanan asing untuk menghancurkan ekonomi Indonesia.

Saat sekarang ini apa yang diperkirakan bahwa rezim devisa bebas menjadi penyebab dari runtuhnya dan lemahnya rupiah sudah terbukti.  Sudah saatnya kita mengganti  rezim devisa bebas, karena selama rezim yang dianut masih rezim devisa bebas dan floating exchange rate, rupiah akan terus bergejolak.

Akan sulit bagi  Bank Indonesia untuk mengendalikan nilai tukar rupiah karena rezim devisa bebas dan sistem nilai tukar dilepas ke pasar. Pemerintah sendiri masih sulit membuat kendali terhadap para pengusaha untuk meletakkan devisanya diperbankan dalam negeri. Para  pebisnis tentu hanya akan memikirkan cara yang paling efesien dan aman bagi kepentingan mereka saja.

Dari para legislator sendiri sudah menyarankan untuk merubah cara lama ini, seperti yang disampaikan oleh Komisi XI DPR meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Undang-Undang Lalu Lintas Devisa Negara. Hal ini karena banyak devisa hasil ekspor tidak masuk dalam negeri.

Kalangan DPR meminta Pemerintah untuk menerapkan opsi Rezim Devisa Terkendali sebagai pengganti Rezim Devisa Bebas yang saat ini berlaku di Indonesia. Sebabnya, Rezim Devisa Bebas tidak mampu mengerem spekulan melakukan spekulasi Nilai Tukar Uang Rupiah.

Mari kita menunggu pemerintah merevisi UU Lalu Lintas Devisa Negara yang menjadi biang kerok ekonomi kita, tetapi tentunya masyarakat juga harus ikut bertanggungjawab lebih banyak menanamkan modal dan tabungannya dalam bentuk Rupiah, dan tidak dalam bentuk US Dollar atau matauang asing lainnya. Perlulah kita cinta pada mata uang kita sendiri.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta