INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 24 Juli 2013

Pemerintah Harus Memastikan Daging Sapi Impor dari Australia dan Selandia Baru Halal di Konsumsi


Pemerintah harus menjamin daging  sapi impor yang berasal dari Australia dan Selandia Baru itu adalah daging yang halal dan berkualitas baik.

Terjadinya penolakan para konsumen terhadap daging impor ini karena belum adanya kepastian yang diberikan oleh Pemerintah terkait kehalalan dengan daging sapi  impor tersebut.

Pemerintah seharusnya membuat sertifikasi  status kehalalan daging tersebut. Walaupun para pengusaha di dan Selandia Baru sudah menjamin kehalalanya perlu ada diversifikasi kehalalnya di Indonesia.

Saat daging impor sudah menyebab keberbagai pasar tertama di Pulau Jawa. Daging impor di jual dengan harga  Rp. 95 Ribu rupiah sedangkan daging local pada umumnya di kisaran Rp. 100 ribu rupiah, tetapi karena masyarakat masih ragu untuk memkonsumsi daging impor tersebut mereka lebih memilih daging local yang sudah pasti kehalalnya dan memang berkualitas lebih baik.

Daging impor dari Australia dan Selandia Baru tersebut sudah dalam bentuk daging blok beku yang terbungkus dalam ukuran satu kilo. Sampai tanggal 18 Juli Pemerinah baru menerima 12 ton daging sapi beku dari Australia dari rencananya yang akan mengimpor 800 ton sapi beku.

Para pedagang juga banyak menolaknya karena selain kurangnya peminat di pasar daging beku tersebut harus membutuhkan pendingin yang pada umumnya tidak dimiliki oleh para pedagang.

Disisi lain Pemerintah sudah memastikan bahwa daging beku yang diimpor tersebut sudah memenuhi apsek kehalalan dan berkualitas baik.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menegaskan bahwa daging sapi beku yang diimpor dari Australia merupakan daging halal.

"Kalau yang kita impor dari Australia itu saya jamin halal, kita mengikuti betul terkait hal itu," kata Bayu seusai membuka pasar murah di Direktorat Pengembangan Mutu dan Barang Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (22/07/2013) seperti yang dikutip situs online AntaraNews.

Di Australia sendiri pengiriman daging ke Indonesia melalui prosedur yang mengaitkan kelembagaan Islam  yang mengeluarkan s ertifikasi  halal dari lembaga yang ada di negara tersebut yang minimal memiliki 3 ulama. 

Lembaga yang mengeluarkan sertifikat halal  juga harus  bekerjasama dengan  Islamic Center di negara tersebut.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta