INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 27 Juli 2013

Jepang Protes Pesawat China Memasuki Kepulauan Diaoyu

Setelah konflik yang diakibatkan masukkan kapal China di perairan yang menjadi konflik China - Jepang yang direspon oleh Jepang dengan memanggil utusan China pada hari Selasa sebagai bentuk protes terhadap Beijing karena mengirimkan kapalnya memasuki kepulauan yang diklaim sebagai milik Jepang.

Berkenaan dengan melintasnya pesawat terbang peringatan dini pihak militer China di udara di atas perairan umum antara Pulau Okinawa dan Pulau Miyaku.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada pers kemarin (25/7) bahwa kejadian ini tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya, maka pihaknya akan mengikuti perkembangan kejadian tersebut.

Setelah kapal laut sekarang PM Shinzo Abe juga gerah dengan adanya sinyal pesawat udara China yang memasuki wilayah di atas pulau Diaoyu. Abe menyatakan pula, Jepang akan mengadakan kerja sama melalui kunjungannya ke Asia Tenggara dan akan serius merancang tata tertib yang berdasarkan hukum dan bukan kekuatan.

Abe juga menekankan akan menanggapi sikap China dengan merangkul berbagai negara ASEAN. Sekretaris Jenderal Kabinet Jepang Shuga Yoshi Hide dalam jumpa pers kemarin menyatakan, Jepang akan bertolak dari pendirian membela wilayah, laut dan udara teritorialnya, serta akan terus serius menanggapi isu Laut China Timur termasuk Pulau Diaoyu.

Menteri Pertahanan Jepang Onodera Itsunori hari Rabu lalu menyatakan, sebuah pesawat peringatan dini pihak militer China terbang melintasi udara laut umum antara Pulau Okinawa dan Pulau Miyaku Jepang pada Rabu lalu. Ia mengatakan, sebelumnya kapal China pernah melewati perairan tersebut, namun belum pernah ada pesawat militer China yang terbang melewati daerah itu. Meski teritori udara kawasan tersebut bukan milik Jepang, tapi ia menganggap hal itu menunjukkan kegiatan maritim China yang semakin aktif, sehingga Jepang perlu mengintensifkan kesiagaan dan pengawasan.

Kementerian Pertahanan China hari Rabu lalu menyatakan, pesawat militer menuju ke Pasifik Barat untuk melakukan pelatihan . Pelatihan ini merupakan kegiatan tahunan dan tidak ditujukan bagi negara dan sasaran manapun. Hal ini sesuai dengan hukum dan konvensi internasional. (Antara/CRI/Xinhua)

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta