INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 24 Juli 2013

Bagaimana Nasib Mantan Presiden Morsi Pasca Kudeta Militer Mesir?

Situs web Al Ahram yang merupakan media milik pemerintah Mesir kemarin (22/7) melaporkan, keluarga Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi mengadakan jumpa pers kemarin untuk mengecam penculikan Morsi oleh pihak militer Mesir, dan menyatakan akan mengambil aksi hukum.

Anak perempuan Morsi Shamaa Morsy mengatakan, pihak militer menculik ayahnya, dan harus bertanggung jawab terhadap keamanan Morsi. Shamaa menambahkan, keluarga Morsy akan mengambil aksi hukum terhadap pejabat tinggi dari pihak militer, termasuk Menteri Pertahanan Abdel Fattah al-Sissi.

Anak laki-laki Morsi, Osama Morsy dalam jumpa pers menyatakan, mereka akan menyelidiki peristiwa penculikan Morsi melalui pengadilan pidana internasional dan beberapa organisasi internasional.

Jumpa pers tersebut merupakan pertama kalinya keluarga Morsi menyampaikan sikap sejak Morsi lengser dari jabatannya pada 3 Juli lalu.

Media utama Mesir, al-Ahram, Rabu (3/7/2013). Koran itu menulis, Presiden Mohamed Morsi diperkirakan mengundurkan diri secara baik-baik atau dipecat dari jabatannya pada Rabu, tepat pada habisnya ultimatum militer Mesir.

Al-Ahram, menyatakan, peta jalan militer diyakini akan mendirikan tiga anggota Dewan Kepresidenan yang diketuai oleh Kepala Mahkamah Konstitusi Agung. ”Belajar dari akan berakhirnya ultimatum selama 48 jam oleh angkatan bersenjata, ada satu dari dua kemungkinan; akan baik jika Morsi mengumumkan pengunduran dirinya sendiri,” tulis al-Ahram.

Informasi terakhir mengenai keberadaan Morsi, seperti yang disampaikan oleh Gehad El-Haddad yang menjadi Juru Bicara Ihwanul Muslimin menyatakan, Morsi saat ini tengah mendekam di tahanan rumah di Markas Garda Republik, Kairo. Ia kemudian dipindah ke Kantor Menteri Pertahanan.

Seperti yang disampikan oleh Media Mesir Al Arabiya, kubu massa yang pro terhadap Morsi mengumumkan akan menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes aksi kudeta militer.

Massa yang tergabung dalam kesatuan 'National Alliance to Support Legitimacy' menyatakan tak terima dengan tindakan militer. Bagi mereka, penggulingan ini telah melanggar hukum.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta