INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 08 Desember 2012

Setelah Kemerdekaan Skotlandia Masih Ingin Menjadi Anggota Uni Eropa

Menteri Keuangan Skotlandia, John Swinney bersikeras bahwa Skotlandia akan tetap di Uni Eropa (UE) setelah pemungutan suara dalam referendum kemerdekaan Ya pada 2014, sementara negosiasi pada detail yang diperlukan, laporan setempat mengatakan pada hari Jumat (7/12/2012).

"Apa yang kita selalu diterima adalah harus ada negosiasi tentang detail dan ketentuan keanggotaan Skotlandia di Uni Eropa, namun yang terpenting, yang akan berlangsung pada saat kita masih menjadi bagian dari Britania Raya, masih bagian dari Uni Eropa, dari mana kita telah menjadi anggota selama 40 tahun, " kata Swinney.

Putusan Partai Nasional Skotlandia (SNP) pada hari Kamis (6/12/2012) juga mengatakan bahwa Skotlandia tidak akan menjadi "negara baru" karena, negara pecahan dari Inggris Raya itu masih ingin tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Sebelumnya, Komisi Eropa (EC) telah menegaskan bahwa keanggotaan Uni Eropa tidak lagi berlaku untuk setiap wilayah dalam batas-batasnya yang merdeka setelah meninggalkan negara anggota yang lebih besar.

Isu ini  terkait dengan Skotlandia yang karena dianggap sebagai negara bagi bagi Uni Eropa maka harus mengajukan permohonan kembali untuk menjadi anggota Uni Eropa setelah kemerdekaan. Dalam jawaban tertulis kepada Anggota Tenaga Kerja Parlemen Eropa David Martin, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso menjelaskan bahwa ia berdiri dengan pandangan komisi, yang menyatakan bahwa suatu bangsa yang baru merdeka dalam Uni Eropa akan "menjadi negara ketiga sehubungan dengan Uni" dan bagi negara-negara baru seperti Skotlandia akan berlaku sesuai dengan ketentuan "perjanjian akan, dari hari kemerdekaan, tidak lagi berlaku di wilayahnya. " Manuel Barroso menjelaskan sambil mengutip beberapa syarat dan ketentuan di Uni Eropa.

Ditanya apakah ini masih pandangan Komisi Eropa, Barroso menjawab, "Ya. Konteks hukum tidak berubah sejak tahun 2004, sebagai Perjanjian Lisbon belum memperkenalkan perubahan dalam hal ini karena itu komisi dapat mengkonfirmasi posisinya seperti yang diungkapkan pada tahun 2004.."

Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Menteri Utama Skotlandia Alex Salmond menandatangani Perjanjian Edinburgh pada pertengahan Oktober, yang memungkinkan Skotlandia untuk mengadakan referendum kemerdekaan pada musim gugur 2014.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta