INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 05 Desember 2012

Pembangunan Infrastruktur Tahun 2013 Akan Digenjot Rp.193.8 Triliun

Permasalahan infrastruktur selalu menjadi perhatian utama, lebih-lebih lagi bagi kalangan dunia usaha yang bergelut di sektor riil. Sektor yang sebenarnya menjadi pahlawan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apalagi perkembangan ekonomi nasional sekarang ini harus benar-benar seimbang dengan ketersediaan infrastruktur yang baik. Kebutuhan infrastruktur ini tidak hanya sebagai pendukung aktivitas ekonomi nasional dan keterhubungan domestik, tetapi juga untuk mendongkrak daya saing ekonomi yang kompetitif di tingkat internasional.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan tambahan kebutuhan dana infrastruktur transportasi dan jalan pada 2013 mencapai Rp193.8 triliun dari anggaran yang telah dialokasikan dalam APBN. Sedangkan untuk tahun 2014 sebesar Rp.61 Triliun. Belanja modal tahun 2012 yang mencapai Rp.193.8 triliun atau 11,76% dari anggaran belanja negara sebesar Rp.1.657,9 triliun. Angka ini meningkat 14,9% dari alokasi belanja modal dalam APBN-P tahun 2012. Alokasi belanja infrastruktur sebesar Rp. 188,4 triliun.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Deddy S Priatna mengatakan apabila asumsi tahun anggaran 2014 alokasi anggarannya sama dengan tahun 2013, maka akan muncul gap pembiayaan tambahan dikedua sektor itu sekitar Rp29,72 triliun. Gap tersebut, katanya, harus dicari solusi pembiayaannya. Baik dari tambahan dalam APBN, maupun pendanaan dari sumber lain seperti investasi swasta, atau kerjasama pemerintah swasta.

Berdasarkan data Bappenas, kebutuhan infrastruktur di dua kementerian itu pada 2012, kebutuhan terbesar yakni untuk pembangunan kereta api, dengan perkiraan kebutuhan, mencapai Rp20,14 triliun, atau 33% dari total kebutuhan.

Sektor pelabuhan membutuhkan anggaran Rp17,76 triliun atau 29%, dana pembangunan jalan sebesar 26% atau sebesar Rp15,91 triliun, sumber daya dan cipta karya sebesar 6% atau Rp3,88 triliun, dan infrastruktur bandara 2% nya atau sekitar Rp2,33 triliun.

Pembangunan sebesar ini atas usulan berbagai pihak, contohnya Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Indonesia yang menilai pembangunan infrastruktur Indonesia masih buruk dan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain.

Laporan `World Economic Forum` 2012-2013 menunjukan bahwa Indonesia berada di peringkat 78 dari lebih dari 100 negara yang disurvei. Posisi ini sangatlah buruk dibandingkan tahun sebelumnya yakni pada peringkat 76. Negara ASEAN lain seperti Singapura berada di peringkat dua, Malaysia peringkat 32, Thailand peringkat 46 dan Brunei peringkat 57.

Kurang baiknya infrastruktur ini mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, sehingga mengurangi daya saing investasi. Biaya logistik di Indonesia sangat mahal, yakni sekitar 30 persen dari PDB. Transportasi tidak efektif dan tidak mendukung pertumbuhan industri dalam negeri.

1 komentar:

Cyntia Sarah Ramli mengatakan...

Semoga pembangunannya lancar dan berguna bagi masyarakat

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta