INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 08 Desember 2012

Konsumsi Penduduk Chinalah yang Membuat Ekonomi China Booming

Berbeda dengan Amerika Serikat yang menekan konsumsi, pertumbuhan ekonomi China justru dengan meningkatkan konsumsi penduduk China sepanjang tahun 2012 yang bertumbuh pesat, bahkan melampaui prediksi ketika ekonomi China secara keseluruhan mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibanding pada 2011.

Konsumsi dipercaya telah menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi China.
Konsumsi masyarakat dipercaya akan tetap berfungsi meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara stabil. Tugas urgen saat ini adalah melaksanakan reformasi distribusi pendapatan dan membina titik pertumbuhan konsumsi yang baru.

Tanggal 11 November diperingati pemuda China sebagai "Festival Jomblo". Pada beberapa tahun terakhir, hari itu ibarat telah menjadi "festival belanja" yang berkontribusi untuk meningkatkan konsumsi. Setiap situs belanja online termasuk Taobao, Jingdong, dan Sunning pasti menggelar diskon dan berbagai kegiatan promo lainnya pada 11 November untuk menarik pembeli.

Chen, seorang warga Beijing baru saja membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari dengan harga miring pada "festival jomblo" itu. "Saya membeli baju dan sepatu seharga 2.000 yuan. Karena ada diskon, saya rasa harganya cukup memuaskan."

Saat ini berbagai pusat perbelanjaan di seluruh China tengah sibuk menyongsong datangnya akhir tahun, yang juga termasuk kesempatan emas. Sebuah toko di kota Shanghai bahkan meluncurkan kegiatan promo "mengembalikan 70 yuan jika pembelian mencapai 99 yuan".
Para pembeli yang tertarik dengan harga supermurah itu tak segan mengantre di depan toko untuk membeli barang. Seorang pembeli mengatakan:

"Memang saya seharusnya hari ini kerja, tapi saya khusus minta izin cuti buat beli barang bersama teman. Kami berdua saling membantu, satu beli barang, yang satu antre, jadi bisa irit waktu."

Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan stimulus konsumsi dengan harapan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun depan. Dalam sidang Politbiro Komite Sentral Partai Komunis China belum lama berselang ditegaskan perlunya membina titik pertumbuhan konsumsi baru untuk memperluas kebutuhan domestik.
Andrei Ostrovsky, wakil direktur Timur Jauh Studies Institute di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengatakan  bahwa China telah sampai pada pencapaian  yang  "menakjubkan" hasil dalam restrukturisasi ekonomi, terutama di sektor teknologi tinggi.

Sekitar empat tahun yang lalu, pemimpin China membuat keputusan strategis untuk merestrukturisasi ekonomi dari modus berorientasi ekspor untuk pertumbuhan dalam negeri, kata Ostrovsky. Ia juga menambahkan bahwa Beijing mengadopsi sebuah program dua-tahap inovasi dengan tahap pertama akan selesai pada tahun 2020 dan yang kedua pada tahun 2050.

"Bahkan sekarang China telah maju ke tempat ketiga dengan jumlah inovasi diadopsi untuk penggunaan sehari-hari," kata Ostrovsky. Jika tren berlanjut, pada tahun 2025 China akan mengejar ketertinggalannya terhadap Amerika Serikat di sektor teknologi tinggi, khususnya di gadget elektronik, rel kereta api dan perangkat lunak, katanya.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta