INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 08 Desember 2012

Konflik Teluk Beibu Antara China - Vietnam Semakin Memanas

China memprotes aksi eksplorasi migas secara sepihak oleh Vietnam di perairan sekitar Teluk Beibu, serta menghentikan gangguan terhadap kapal penangkap ikan China. Tetapi sebaliknya Vietnam menuduh China menyabot kapal survei gempa mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Vietnam pada Kamis 9 Juni 2011 mengungkapkan kapal survei mereka diganggu kapal penangkap ikan dan dua kapal patroli China pada hari yang sama. Kapal-kapal China itu dituduh telah memotong kabel yang dipasang oleh tim survei gempa bumi dari kapal yang dioperasikan perusahaan minyak milik pemerintah Vietnam, PetroVietnam.

Kedua negara yang pernah berperang pada tahun 1979, kemudian sampai tahun 1990 China dan Vietnam terus berkonflik terkait masalah perbatasan. Kedua negara China dan Vietnam juga "sahabat"  pada masa perang vietnam antara Vietnam dan AS.

Sebenarnya kedua negara sudah sepakat untuk tetap melakukan rekonsiliasi atas semua permasalahan perbatasan khususnya di Teluk Beibu.  Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan sengketa atas kawasan Laut China Selatan secara damai.

Namun menurut Beijing, ada yang lebih penting daripada itu, yakni memajukan kerja sama praktis dengan negara-negara Asia Tenggara untuk menciptakan suasana kondusif demi terciptanya solusi konflik yang damai. Beijing menginginkan semua hal terkait perjanjian bisnis di Teluk Beibu harus melalui kesepakatan kedua belah pihak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei menyatakan hal ini, sekaligus menegaskan pernyataan Vietnam tidak sesuai kenyataan. Kawasan laut yang diklaim Vietnam itu sesungguhnya adalah perairan bersama kedua negara, yaitu antara Provinsi Hainan China dengan daratan Vietnam. Kapal penangkap ikan China beroperasi normal di perairan ini, tetapi diusir oleh kapal Vietnam.

Juru bicara China menegaskan, China dan Vietnam sedang mengadakan perundingan mengenai demarkasi di perairan ini dan pemanfaatan bersama. Vietnam harus menghentikan aksi sepihak, menghentikan gangguan terhadap kapal ikan China, dan menciptakan iklim kondusif bagi perundingan.

Kedua diplomat sebenarnya sudah pernah bertemu, Menlu Vietnam Minh selama empat hari berkunjung ke China yang merupakan kunjungan pertamanya setelah menjabat sebagai menteri luar negeri Vietnam pada Agustus tahun lalu. Kedua pihak juga sepakat dengan mengingat sifat keseluruhan hubungan bilateral maka China-Vietnam akan menyelesaikan sengketa melalui negosiasi damai.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta