INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 07 November 2012

Rusia Terus Tingkatkan Kualitas Industri Militernya

Perkembangan industri alutsista Rusia paling kompetitif di dunia saat ini. Hal ini terjadi karena dukungan negara sebagai pemilik saham utama berbagai pabrik industri persenjataan Rusia. Industri ini telah menjadi primadona bagi devisa negara.

Rusia merupakan salah satu pemasok peralatan militer utama di dunia selain Amerika Serikat dan Jerman. Berbeda dengan AS yang produksi perangkat militernya sebagian besar untuk dipakai sendiri, Rusia bisa dikatakan jutru sebagian besar produk alutsistanya banyak diekpor.

Rusia semakin gencar meningkatkan teknologinya, salah satunya adalah mengenai perbaikan kualitas teknologi untuk persenjataan ringan yang akan di bawa tentara.

Secara langsung Presiden Vladimir Putin mengintruksikan berbagai BUMN Rusia yang memproduksi senjata untuk mengembangkan desain maupun teknologi persenjataan ringan itu.

Putin menilai Rusia berkembang secara cepat pada teknologi persenjataan berat tetapi sangat lambat pada perkembangan teknologi persenjataan ringan. Hal ini akan menjadi permasalahan pada keseimbangan.

Tidak tanggung-tanggung Pemerintah Rusia bahkan telah menggelontorkan anggaran untuk 2012 sampai 2012 sebesar Rp. 5.761 triliun untuk perbaikan teknologi senjata ringan. Putin juga menyinggu perkembangan persenjataan ringan Amerika Serikat yang bahkan sudah mengembangkan produk massal untuk senjata ringan leser.

Upaya Rusia untuk mengejar ketertinggalan senjata ringan ini juga didukung oleh berbagai penelitian di Universitas-universitas terbaik di Rusia. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh perguruan tinggi ini telah menyumbang 10 persen dari produksi persenjataan Rusia.

Putin kecewa kegagalan banyak kontrak produksi industri militer pada tahun 2011 lalu. Seperti yang diungkap oleh Departemen Pertahanan Rusia yang menyatakan telah gagal untuk menutup kontrak-kontrak senilai sekitar 108 miliar rubel ( 3,85 miliar dolar) atau 18 persen dari anggaran 2011 pertahanan negara karena harga produk militer melonjak.

Angkatan bersenjata Rusia sendiri telah menjadi konsumen tetap, seperti yang diungkap olehs Putin di surat kabar pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, Senin (20/2). Putin menulis artikel mengenai program penambahan kekuatan militer Rusia dalam beberapa satu dasawarsa mendatang.

Putin merencanakan untuk melakukan penambahan lebih dari 400 rudal balistik antarbenua (ICBM), 8 kapal selam peluncur rudal balistik nuklir, 20 kapal selam serbu konvensional, 2.300 tank, 50 kapal perang, 1.000 helikopter dan lebih dari 600 pesawat tempur Sukhoi  terbaru.

Militer Rusia juga akan dilengkapi lagi dengan membentuk 28 resimen baru yang mampu mengendalikan sistem rudal darat-ke-udara S-400, 38 divisi sistem pertahanan udara Vityaz, 10 brigade sistem rudal taktis Iskander-M, 2.000 sistem artileri baru dan meriam dengan kemampuan bergerak dinamis, dan lebih dari 17.000 kendaraan militer lain.

Saat ini sudah banyak negara yang menggunakan produk militer Rusia sebagai perangkat militer tentara regulernya, seperti China, Iran, Irak, Suriah, India, Indonesia, Irak, Pakistan, Venejuela, Korea Utara, Kuba dan Malaysia.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta