INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 26 November 2012

Rusia Protes Kehadiran Rudal NATO di Turki

Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan atas niat Turki  untuk menggelar rudal-rudal Patriot milik NATO di daerah perbatasan dengan Suriah.

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov kemarin (23/11) menyatakan kekhawatiran Rusia atas rencana NATO untuk memperbesar kekuatan militernya di Turki.

"Militerisasi di perbatasan Turki-Suriah akan menjadi sinyal yang mengkhawatirkan," kata Juru Bicara Kemenlu Rusia, Alexander Lukashevich, Kamis (22/11/2012).

Rusia juga mengusulkan agar Turki dan Suriah menjalin komunikasi langsung untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih mendalam. Rusia menginginkan solusi damai atas konflik di Suriah dan juga negara-negara yang ikut terseret dalam masalah tersebut seperti Turki.

Lavrov menyatakan hal itu dalam pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen. Situasi di perbatasan Turki dan Suriah pada masa belakangan ini semakin tegang.

Turki beberapa kali membombardir sasaran di Suriah untuk membalas serangan mortir dari wilayah Suriah. Rasmussen hari Rabu lalu mengumukan, Turki secara resmi meminta NATO menempatkan rudal "Patriot" di daerah perbatasan Turki-Suriah.

Pemerintah Rusia kembali menilai program perisai rudal NATO sebagai bahaya dan ancaman bagi keamanan nasionalnya dan menuntut jaminan hukum yang mengikat dari Amerika Serikat. Namun, para pejabat
Washington sepertinya menolak tuntutan itu dan menegaskan kelanjutan program kontroversial tersebut di dekat garis perbatasan Rusia.

Kesepakatan antara AS dan negara-negara seperti Romania, Polandia dan Turki soal penempatan perisai rudal, telah menambah kegusaran Rusia dan sekutu-sekutunya. Romania baru-baru ini mensahkan draf undang-undang penempatan sistem radar, yang merupakan bagian dari program perisai rudal AS di wilayahnya.

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, telah menyetujui permintaan Turki dan mengaku akan segera mengirim rudal-rudal Patriot yang dibutuhkan negara itu. Turki menyatakan, mereka membutuhkan rudal Patriot untuk melindungi perbatasan dengan Suriah yang dilanda konflik.

Rudal Patriot pernah ditempatkan di Turki pada 1991 dan 2003. Dua periode itu adalah saat terjadinya perang teluk.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta