INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 13 Oktober 2012

Jepang Berkomitmen Membantu Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Dalam pertemuan keempat Indonesia – Japan Joint Economic Forum (IJJEF) yang diselenggarakan di Tokyo, tanggal 8-9 Oktober 2012, Jepang kembali menyampaikan komitmen dan dukungannya dalam upaya pengembangan ekonomi Indonesia terutama untuk pengembangan infrastruktur dan konektivitas.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa didampingi oleh Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Duta Besar Muhammad Lutfi, serta pejabat dari instansi terkait lainnya.

Komitmen ini ditandai dengan komitmen pendanaan dari Jepang bagi perwujudan 5 (lima) flagship projects dari 18 fast-track projects yang terdapat dalam skema Metropolitan Priority Area (MPA).

Proyek-proyek tersebut antara lain adalah pengembangan sistem Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta, pembangunan pelabuhan laut internasional di Cilamaya, perluasan dan pengembangan bandara Soekarno-Hatta, pembangunan new academic research cluster serta pembangunan fasilitas pengolahan limbah di Jakarta. Sampai saat ini, Jepang telah mengucurkan bantuan sebesar 100 miliar yen (Rp 140 triliun) bagi beberapa fast-track projects.

Isu penting yang juga menjadi pembahasan IJJEF ke-4 adalah upaya pengembangan 6 (enam) koridor ekonomi dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), peningkatan kerjasama ekonomi dan iklim investasi Indonesia, kerjasama bilateral di sektor industri, dan beberapa isu-isu lainnya seperti UU Minerba, kerjasama industri kreatif, dan sistem informasi kredit terkait pembangunan infrastruktur.

Dalam hal industri kreatif, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri, Yukio Edano juga telah mengeluarkan pernyataan pers bersama terkait komitmen dukungan Jepang dalam upaya pengembangan industri kreatif di tanah air. Kedua negara menggarisbawahi pentingnya upaya pengembangan konektivitas sebagai pendukung utama perwujudan MP3EI. Dalam kaitan ini kedua negara akan menyelenggarakan dialog dan peningkatan capacity building guna mengembangkan sektor distribusi dan logistik di Indonesia yang sejalan dengan ASEAN Connectivity Masterplan.

Terhadap masalah yang masih menjadi hambatan kedua negara seperti penerapan UU Minerba di Indonesia yang dinilai Jepang merugikan industrinya, kedua negara sepakat untuk mencari penyelesaian berdasarkan semangat win-win solution dengan mempertimbangkan hubungan baik kedua negara.

Memperhatikan komitmen yang kuat kedua negara untuk mengembangkan hubungan perdagangan, industri dan investasi, Indonesia-Jepang sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan kelima IJJEF selanjutnya di Bali pada semester kedua tahun 2013.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta