INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 06 Maret 2012

Ratusan Ribu Pendukung Hadiri Kemanangan Vladimir Putin


Calon presiden incumbent Rusia dan Perdana Menteri Vladimir Putin memenangkan pemilihan presiden Rusia dengan perolehan suara sebesar 64 persen suara, Komisi Pemilihan Rusia Pusat (CEC) resmi mengumumkan Senin (5/3/2012).

Ketua CEC Vladimir Churov mengumumkan hasil awal pemilu setelah 99,30 persen suara dihitung pada Senin pagi.

Putin memimpin pemilu dengan 63,75 persen suara, sementara pemimpin Komunis Gennady Zyuganov mengantongi 17,19 persen.

Calon independen, Mikhail Prokhorov pada urutan ketiga dengan mendapatkan 7,82 persen suara.

Kemudian diposisi keempat sebesar 6,23 persen suara untuk calon dari Partai Liberal Demokrat, Zhirinovsky yang merupakan pemimpin Partai, dan 3,85 persen untuk Sergei Mironov yang juga seorang pemimpin salah satu partai. Churov mengatakan kesalahan antara hasil awal dan yang terakhir akan ada sekitar dari 0,1 persen.

Dia menambahkan bahwa jumlah pemilih dalam pemilu adalah 65,3 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dari 69,7 persen pada tahun 2008, tetapi lebih tinggi dari 64,3 persen pada tahun 2004.

Pilpres Rusia diadakan kemarin. Menurut Undang-Undang Pemilihan Rusia, kandidat yang memperoleh suara di atas 50% dalam pemberian suara putara pertama terpilih sebagai presiden.

Putin, yang amanat baru presidennya enam tahun, akan kembali ke Kremlin saat perubahan cepat masyarakat di Rusia, yang menghasilkan kelas menengah kian cerdas dan ledakan penggunaan Internet.

Tapi, kekhawatiran itu tidak merusak suasana hati Putin pada Senin malam saat ia muncul di depan ratusann ribu pendukungnya di luar Kremlin dan tampak menghapus air matanya, meskipun ia kemudian menyatakan itu disebabkan angin.

"Kami menang dalam pertempuran terbuka dan jujur," kata Putin dengan suara seraknya penuh perasaan, berdiri di panggung bersama Medvedev di alun-alun Manezh.

"Saya menjanjikan Anda kami akan menang, kami menang. Hidup Rusia!" kata Putin.

Pendukungnya memenuhi alun-alun itu, melimpah ke jalan di sekitarnya, melambaikan bendera Rusia dan meneriakkan "Putin, Putin!". Ia kemudian mengunjungi kantor pusat pemilihannya dan menjabat tangan, memeluk dan mencium pendukungnya.

"Saya tahu Putin karena aksi praktisnya, bukan kata-kata," kata Zinaida Bykova, pensiunan, kepada AFP di pelabuhan Vladivostok, setelah memberikan suara untuk Putin.

Putin, yang direncanakan dilantik pada Mei, menang 63,75 persen suara, jauh di depan Zyuganov dengan 17,19 persen, kata panitia pemilihan berdasarkan atas hitungan dari 99,3 persen tempat pemungutan suara.

Sekutu terdekat Rusia sudah memberi selamat kepada Putin, dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez berjanji memperdalam hubungan "strategis" dan Presiden Cina Hu Jintao mengirim pesan ucapan selamat.

Presiden China Hu Jintao hari ini mengirim kawat kepada Putin untuk menyatakan ucapan selamat atas terpilihnya sebagai presiden. Hu Jintao dalam kawatnya mengatakan, di bawah situasi yang baru, pihak China bersedia bersama dengan pihak Rusia untuk menerapkan lebih lanjut rancangan perkembangan hubungan kedua negara pada dasawarsa selanjutnya.

Kedua negara berupaya untuk terus meningkatkan kesepahaman dan persetujuan kerja sama di berbagai bidang, berupaya mendorong kemitraan kerja sama strategis yang kesetaraan, keperceyaan, saling mendukung, makmur bersama dan bersahabat turun-temurun ke tingkat yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta