INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 10 Maret 2012

Milisi Joseph Kony, Pembunuh Kejam yang Paling Dicari di Afrika

Joseph Kony seorang yang mengangkat dirinya menjadi panglima militer dan merekrut anak-anak di Afrika menjadi pasukannya. Kony bersama pasukannya banyak melakukan pelanggaran HAM dan perbudakan untuk menjadi tentaranya.

Kekajamannya sebagai komandan milisi di Afrika, menjadikannya masuk 10 besar trending topik di jejaring sosial Twitter.

Kony telah merekrut hingga 66.000 tentara anak-anak dalam dua dekade terakhir.

Media, seperti dilaporkan Mailonline, menggambarkan pasukan Kony sering datang ke desa-desa dan membunuh orang dewasa kemudian memperkosa anak perempuan dan memaksa anak laki-laki untuk jadi anggota pasukannya.

"Kony monster. Dia layak untuk dituntut dan digantung," kata Kolonel Felix Kulayigye, juru bicara militer Uganda.

Pasukan Kony punya nama Tentara Perlawanan Tuhan dan biasa dipanggil Kony 2012.

Dia adalah salah satu orang pertama yang didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional. Kony buron sejak tahun 2005.


Kony mendadak terkenal ke semua penjuru dunia menyusul kampanye video dari LSM Invisible Children.

Pasukannya konon tinggal 250 orang - dahulu pernah sampai 1.000 orang anggota. Mereka berkeliaran di Kongo, Republik Afrika Tengah dan Sudan Selatan.

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Luis Moreno-Ocampo mengatakan sulit untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Kony karena surat perintah penangkapannya diterbitkan tahun pada tahun 2005.

"Kony sulit, dia bukan membunuh orang di Paris atau di New York. Kony membunuh orang di Republik Afrika Tengah, jadi tidak ada yang peduli tentang dia, "katanya.

Ben Keesey, 28, ketua Invinsible Children, mengemukakan kesuksesan mereka menyebarkan pesan adalah karena orang yang menonton tergerak untuk melakukan perubahan. Video tersebut awalnya dirilis di www.kony2012.com.

Kelompok Kony dituding bertanggung jawab atas puluhan ribu mutilasi dan pembunuhan selama 26 tahun terakhir.

Perundingan pemerintah Uganda dengan Kony yang yang dimediasi oleh Sudan Selatan, berakhir pada 2008 setelah pemimpin pemberontak itu menolak menandatangani kesepakatan perdamaian. Dia berdalih keselamatannya tak terjamin jika dia tidak lagi bergerilya.

Joseph Kony mulai naik ke permukaan pada akhir 1980-an. Ia mendirikan Tentara Perlawanan Tuhan yang meniru perintah Alkitab.

Pada tahun 2005, Kony dan lima wakilnya didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Ia dicari atas 33 kasus: 12 kasus kejahatan terhadap kemanusiaan, antara lain pembunuhan, perbudakan, perbudakan seksual, dan pemerkosaan.

Kasus lainnya adalah 21 tuduhan kejahatan perang termasuk pembunuhan, perlakuan kejam terhadap warga sipil, sengaja mengarahkan serangan terhadap penduduk sipil, merampok, menganjurkan perkosaan, dan memaksa anak-anak jadi tentara mereka.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta