INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 04 November 2011

Rusia Semakin Merasa Terancam Rudal-Rudal NATO


Pemerintah Rusia kembali menilai program perisai rudal NATO sebagai bahaya dan ancaman bagi keamanan nasionalnya dan menuntut jaminan hukum yang mengikat dari Amerika Serikat. Namun, para pejabat Washington sepertinya menolak tuntutan itu dan menegaskan kelanjutan program kontroversial tersebut di dekat garis perbatasan Rusia.

Kesepakatan antara AS dan negara-negara seperti Romania, Polandia dan Turki soal penempatan perisai rudal, telah menambah kegusaran Rusia dan sekutu-sekutunya. Romania baru-baru ini mensahkan draf undang-undang penempatan sistem radar, yang merupakan bagian dari program perisai rudal AS di wilayahnya.


Meski demikian, draf tersebut masih membutuhkan persetujuan parlemen untuk menjadi undang-undang dan diharapkan parlemen Romania akan memberi suara pada akhir 2011.

Memperhatikan statemen para pejabat Washington dan Moskow sepanjang pekan ini, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan kedua negara masih tetap dingin dan buruk. Program perisai rudal juga turut memperuncing hubungan kedua adidaya itu. Moskow baru-baru ini kembali memperingatkan bahwa mereka akan mengambil "tindakan balasan" jika AS dan NATO terus mengabaikan posisinya pada sistem pertahanan rudal di Eropa.

"Kami siap untuk melanjutkan dialog pertahanan rudal dengan AS dan NATO," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan surat kabar Serbia, Vecernje Novosti. "Namun, jika mitra kami terus mengabaikan posisi Rusia, kami harus memastikan kepentingan keamanan kami sendiri dengan menggunakan metode lain. Tindakan balasan militer-teknis mungkin diperlukan," tegas Lavrov.

Rusia mengusulkan suatu sistem pertahanan rudal bersama, sebuah ide yang oleh banyak pakar dianggap tidak layak dan tidak realistis. Kemudian Moskow menuntut jaminan yang mengikat secara hukum bahwa rudal AS dan NATO tidak akan ditargetkan pada Rusia.

Sejak usulan Moskow mendapat respon dingin di Barat, negara itu memperingatkan akan mengambil "tindakan asimetris" untuk melawan sistem rudal pertahanan Barat di masa mendatang.

Sejauh ini, AS dan NATO menghindari jawaban langsung atas pertanyaan Rusia terkait sasaran di balik program itu dan mengapa tidak mungkin bagi AS dan NATO untuk memberikan jaminan hukum yang mengikat kepada Moskow bahwa sistem tersebut tidak anti-Rusia. Masalah ini semakin mengundang kecurigaan Rusia tentang misi AS dan NATO, yang bersikeras mengabaikan tuntutan Moskow.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta