INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 15 November 2011

ASEAN Paksa Negara-Negara Pemilik Senjata Nuklir Menghormati dan Mendukung Protokol SEANWFZ


Sepuluh negara Asia Tenggara akan menggelar pertemuan dengan negara-negara pemilik senjata nuklir (P5) --China, Perancis, Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat-- guna membahas usul teks Protokol Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).

Mereka akan membahas lebih lanjut rancangan Protokol SEANWFZ yang telah dihasilkan dari konsultasi langsung dengan negara-negara pemilik senjata nuklir di Jenewa dan New York.

ASEAN dan lima pemilik senjata nuklir berharap pertemuan ini menghasilkan kemajuan dalam implementasi Rencana Aksi untuk Memperkuat Implementasi Traktat SEANWFZ (2007-2012). Kemajuan itu juga meliputi diterimanya Protokol SEANWFZ oleh negara-negara pemilik senjata nuklir, kerja sama dengan IAEA (Badan Energi Atom Internasional), dan pengajuan resolusi Traktat SEANWFZ di Sidang Majelis Umum PBB.

Esok hasil pertemuan hari ini akan dibawah ke Komisi SEANWFZ.

Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu Ade Padmo Sarwono menegaskan, Indonesia dan ASEAN akan terus mendorong negara P5 menerima Protokol SEANWFZ itu.

"Indonesia ingin menjaga momentum yang ada tahun ini," katanya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menyelesaikan pembahasan mengenai isu-isu utama terkait dengan Protokol SEANWFZ. Pertemuan itu juga diharapkan dapat membahas kemajuan dalam implementasi Rencana Aksi untuk Memperkuat Implementasi Traktat SEANWFZ (2007-2012), termasuk aksesi Protokol SEANWFZ oleh negara-negara pemilik senjata nuklir, kerja sama dengan IAEA (Badan Energi Atom Internasional), dan pengajuan Resolusi mengenai Traktat SEANWFZ di Sidang Majelis Umum PBB.

Hasil-hasil Pertemuan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan Komisi SEANWFZ yang akan dilaksanakan pada 15 November 2011.

Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia akan dipimpin Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Djauhari Oratmangun yang sekaligus merupakan Ketua SOM (pejabat senior) ASEAN-Indonesia.

Sementara itu, Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu Ade Padmo Sarwono menegaskan, Indonesia bersama ASEAN akan terus mendorong negara P5 menghormati dan mendukung proses aksesi Protokol SEANWFZ.

Berdasarkan sumber dari Wikipedia.org Amerika Serikat merupakan negara paling berbahaya pemilik senjata nuklir sebanyak 5.735 hulu ledak nuklir. Informasi lengkap negara lainnya dapat dilihat data dibawah ini:

Negara-negara yang memiliki senjata nuklir
Negara Hulu ledak aktif/total* Tahun pertama uji coba
Amerika Serikat 5.735/9.960[2] 1945 ("Trinity")
Rusia (bekas Uni Soviet) 5.830/16.000[3] 1949 ("RDS-1")
Britania Raya <200 1952="1952" br="br" urricane="urricane">Perancis 350[5] 1960 ("Gerboise Bleue")
Cina 130[6] 1964 ("596")
Bosnia and Herzegovina 40-50[7] 1974 ("BIH")
Libya 30-52[8] 1998 ("Chdafi-I")
Korea Utara 1-10[9] 2006[10]
Bendera Israel Israel 75-200[11] 1979 (baca Insiden Vela)


Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta