INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 04 November 2011

ASEAN bagai "gadis seksi" bagi Eropa-AS


Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini "bagaikan gadis seksi" yang menarik perhatian negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, kata Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN Kementerian Luar Negeri, Irmawan Emir Wisnandar, di Jakarta, Jumat.

"Jadi mereka (Eropa dan AS-red) ingin melamar karena ASEAN merupakan salah satu wilayah yang tidak terkena dampak krisis ekonomi yang terjadi di kawasan Eropa dan AS," katanya.

Irmawan berbicara di sela peluncuran publikasi Yayasan Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) yang berjudul "Komunitas ASEAN untuk Semua: Mengeksplorasi Ruang Lingkup bagi Keterlibatan Masyarakat Sipil".


lebih jauh dia mengatakan Eropa dan AS berminat untuk terlibat di ASEAN karena stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan yang ada di kawasan Asia Tenggara. Keterlibatan itu menandakan bahwa ASEAN makin berarti bagi mereka.

"Itulah mengapa sekarang banyak publikasi yang dibuat oleh organisasi semacam FES yang bertujuan untuk lebih mengenal dan memetakan apa yang dapat mereka lakukan sebagai kontribusi ASEAN Community 2015," katanya.

Meneurut dia, publikasi mengenai ASEAN akan membantu negara-negara anggota perhimpunan itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakatnya tentang keberadaan ASEAN khususnya pilar sosial-budaya.

"Jadi apa yang dihasilkan oleh FES ini tentu akan membantu kami mempromosikan ASEAN di masyarakat," kata Irawan.

Publikasi FES tersebut menguraikan keragaman komunitas sosial-budaya ASEAN terutama hubungan masyarakat sipil dengan negara yang berdasarkan sistem politik, situasi sejarah, dan kompleksitas masyarakat dari negara-negara yang berbeda.

Direktur Kantor FES untuk Kerja Sama Regional di Asia, Dr. Stefanie Elies, mengatakan satu cara yang menentukan keterlibatan lebih luas dalam pilar komunitas sosial-budaya ASEAN yaitu pengembangan masyarakat sipil dan hubungannya dengan ASEAN melalui proses keterlibatan yang konstruktif.

Publikasi, yang lebih menyoroti arti penting masyarakat sipil itu, mengidentifikasi berbagai kecenderungan umum dan kejanggalan sebagai gambaran regional terhadap masyarakat sipil di Asia Tenggara.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta