INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 19 Oktober 2011

Vladimir Putin Kembali Akan Mencalonkan Diri sebagai Presiden Rusia


Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berikrar akan memperkuat sistem politik negaranya dan memfasilitasi pengangekaragaman ekonomi setelah kembali ke Kremlin nanti.

Dalam wawancara dengan tiga saluran TV Rusia terkemuka, Putin mengungkapkan ia telah bersepakat dengan Presiden Dmitry Medvedev empat tahun lalu untuk tukar kekuasaan empat tahun kemudian.

"Kami mengusulkan konfigurasi ini dan orang-orang Rusia akan memutuskan apakah mereka setuju dengan tawaran ini atau tidak di kotak suara," kata Putin seperti dikutip Xinhua.

Dia memuji Medvedev karena implementasi ide-ide modernisasinya. Rusia saat ini merupakan produsen minyak terbesar dunia yang sebagian wilayahnya berbatasan dengan tiga negara di Asia Timur yakni Korea Utara, Jepang dan China.


Secara geopolitik, kenyataan itu sangat penting bagi Asia Timur sebagai bagian dari rantai ketahanan energi.

Hal itu semakin nyata dengan dibangunnya pipa minyak Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) pada Januari 2011 yang digunakan Rusia untuk mengekspor minyak mentahnya ke Asia Pasifik khususnya Jepang, China, dan Korea Selatan.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Senin memulai kampanye untuk menduduki kursi presiden yang kedua kalinya. Dia berikrar akan memperkuat sistem politik negaranya, dan memfasilitasi pengangekaragaman ekonomi jika berhasil kembali ke Kremlin. Dalam wawancara dengan tiga saluran TV Rusia terkemuka, Putin menguraikan pandangannya pada konfigurasi politik di masa depan, termasuk menjamin stabilitas negara dan meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat.

Putin mengungkapkan bahwa ia telah sepakat dengan Presiden Dmitry Medvedev: jika tandem -Medvedev dan Putin- bekerja dengan lancar, mereka akan menawarkan tukar kekuasaan 4 tahun kemudian.

Perdana Menteri Russia, Vladimir Putin, membela rencana kontroversialnya untuk mendapatkan mandat yang ketiga kalinya bagi jabatan presiden, dengan mengatakan Russia membutuhkan stabilitas karena negara itu sudah diambang keruntuhan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengingatkan rakyat Russia mengenai keadaan serba kurang di akhir dasawarsa 1980-an, selagi perekonomian Soviet ambruk.

Kata Putin, ia membawa Russia ke jalan kemakmuran di tahun 1999. Dikatakannya, kalau Russia mengambil beberapa saja langkah yang salah, negara itu akan kembali mengalami konflik ekonomi dan pergolakan sosial.

Putin menyatakan Rusia tidak akan menjadi "polisi dunia," dan negara satelit.

Sumber : ANTARA, Xinhua, RusianToday

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta