INTERNASIONAL NASIONAL

Senin, 10 Oktober 2011

Indonesia Harus Tangkap Peluang Kerjasama ASEM


Guna mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) maka Direktorat Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa, Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Asia Europe Meeting (ASEM) Partners’ Roundtable Discussion on Infrastructure Investment in Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/9).

Dalam sambutan pembukaan, Staf Ahli bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kemenlu, Yuli Mumpuni, menegaskan peluang yang harus ditangkap Indonesia dalam kerangka kerjasama Asia Europe Meeting (ASEM) khususnya di bidang investasi infrastruktur.

Pembicara dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Asisten Deputi Urusan Perumahan, Dr. Ir. Wahyu Utomo, MS, menjelaskan mengenai MP3EI atau Visi 2025, yaitu upaya transformasi ekonomi dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan menjadi bagian dari 12 kekuatan besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia di tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

ASEM Partners Roundtable Discussion melibatkan pembicara dari kementerian teknis terkait, yaitu dari Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Transportasi, Kementerian Kebudayaan Pariwisata, Kementerian PPN (Bappenas), dan BKPM, serta mengundang sektor swasta, diantaranya perwakilan dari the British Chamber of Commerce, dan perwakilan dari Kedutaan Besar Negara Mitra ASEM di Jakarta.

Pertemuan terbagi atas 5 sesi yang membahas framework kebijakan dan investasi infrastruktur serta peluang dan hambatan investasi infrastruktur di Indonesia, di bidang Energi, Transportasi, Pembangunan Jalan Tol, dan Pariwisata.

Secara garis besar para peserta menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur Indonesia perlu menekankan sinergi antara pusat dan daerah, public and private partnership, serta diseminasi peraturan terkait perusahaan atau investor asing dan BUMN di bidang infrastruktur. Hal ini kiranya dapat diatasi dengan meningkatkan peran KP3EI agar dapat lebih terbuka atas masukan dan saran dari pihak swasta serta peningkatan koordinasi dengan berbagai kementerian teknis terkait. Sementara itu, beberapa hambatan bottlenecking, diantaranya ketidakselarasan peraturan/regulasi tentang land procurement, mekanisme jaminan pemerintah serta birokrasi.

ASEM Partners Roundtable Discussion mendapat sambutan baik dari Kedutaan Besar Mitra ASEM di Jakarta, karena merupakan kesempatan untuk mengetahui kebijakan Indonesia terhadap isu infrastruktur serta sarana membangun jejaring dengan instansi terkait di Indonesia. Roundtable discussion ini akan menjadi salah satu masukan bagi pertemuan di bidang infrastruktur di tingkat yang lebih tinggi dalam kerangka kerjasama ASEM.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta