INTERNASIONAL NASIONAL

Selasa, 26 Oktober 2010

G20 : IMF Akan Direformasi Total

Pertemuan menteri G20 pada hari Sabtu berakhir dengan kesepakatan mengenai reformasi tata kelola IMF dan kemajuan dalam perdebatan mata uang. G20 sepakat mencegah devaluasi mata uang yang akan mengancam pemulihan ekonomi global.

"Unsur-unsur kunci (perjanjian) mencakup pergeseran dalam saham kuota untuk pasar negara berkembang dinamis dan negara-negara berkembang dan ke negara-negara kurang terwakili lebih dari 6 persen," kata menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dalam komunike bersama.

Dalam kesempatan tersebut Amerika Serikat masih diberi kesemaptan memang hak veto atas keputusan-keputusan penting. Hal di karenakan Amerika pemegang 17 persen pemungutan suara pada keputusan-keputusan penting.

Para pemimpin keuangan juga membuat lompatan dalam perdebatan mata uang, menyampaikan dalam communiqu dengan pesan eksplisit untuk "bergerak ke arah sistem pertukaran pasar lebih ditentukan tingkat."

Mengumumkan komunike pada konferensi pers penutupan, Menteri Keuangan Korea Selatan Yoon Jeung-hyun, yang memimpin pertemuan dua hari, mengumumkan pertemuan itu berakhir "dalam keberhasilan."

Ia juga memuji hasil rapat, mengatakan pertemuan itu mengakhiri sengketa mata uang baru-baru ini yang disebabkan berbagai ketidakpastian dan ketidakstabilan di sekitar ekonomi global.

Yoon juga berharap akan ada lebih mendalam, diskusi yang lebih luas tentang item-item agenda pada KTT G20 mendatang di Seoul.

Kota Gyeongju, Korea Selatan, pertemuan membawa bersama menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 20 negara anggota, sementara mengundang pimpinan organisasi internasional, seperti IMF dan Bank Dunia, dan para pemimpin dari lima negara-negara non-anggota.

Karena sengketa mata uang terbaru dan isu IMF berduri pemerintahan reformasi, pertemuan tingkat menteri pergi di jalan bergelombang meskipun pemimpin diupayakan untuk mendamaikan perbedaan mereka.

Secara khusus, Korea Selatan, sebagai ketua, menempatkan setiap usaha untuk melihat terobosan pada pertemuan tersebut, dengan Presiden Korea Selatan dalam sambutannya menyatakan rapat harus mencapai kesepakatan pada agenda utama.

Hasil komunike ini akan dijadikan bahan pada KTT G20 mendatang di Seoul, dijadwalkan akan diselenggarakan pada 11-12 November di Seoul, berdasarkan yang akan melanjutkan pertemuan puncak.

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta