INTERNASIONAL NASIONAL

Rabu, 07 April 2010

Perjalanan Panjang Demokrasi Kita

Oleh Yanti Susilowati

Pada masa lalu sampai sekarang ini bangsa kita harus menelan berbagai macam pil demokrasi yang terasa pahit, sangat pahit dan agak pahit. Fenomena demokrasi bangsa Indonesia memang paling unik di dunia. Bayangkan saja kita telah banyak mencoba berbagai macam "menu masakan demokrasi". Sampai sekarangpun kita belum menemukan "menu masakan demokrasi" yang paling pas buat bangsa kita.

Dalam sejarah perkembangan politik pasca kolonial. Historis perkembangan demokrasi setelah kemerdekaan di tandai dengan keluarnya Maklumat No. X pada 3 November 1945 yang ditandatangani oleh Hatta. Dalam maklumat ini dinyatakan perlunya berdirinya partai-partai politik sebagai bagian dari demokrasi, serta rencana pemerintah menyelenggarakan pemilu pada Januari 1946. Maklumat Hatta berdampak sangat luas, melegitimasi partai-partai politik yang telah terbentuk sebelumnya dan mendorong terus lahirnya partai-partai politik baru. Masa itu kita sebut demokrasi liberal.

Pada tahap berikutnya kita juga mencicipi masa demokrasi parlementer (1955-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965) bentukkan Presiden Soekarno. Begitu banyak kalangan yang terutama dari para akademisi barat yang menuduh demokrasi terpimpin ala Soekarno ini sebagai bentuk otoriter. Soekarno memiliki karisma yang besar dan mampu mengelola organisasi dan image dirinya dalam masyarakat, kondisi ini memunculkan demokrasi terpimpin ala Soekarno. Demokrasi terpimpinnya ini menghantarkan Soekarno melanggengkan kekuasaanya sampai 20 tahun. READ MORE

Tidak ada komentar:

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta