INTERNASIONAL NASIONAL

Kamis, 07 Januari 2010

Layakkah Mobil Mewah Untuk Pejabat Saat Ini?

Oleh Heri Hidayat Makmun

Kondisi bangsa yang masih carut marut, bencana dimana-mana, TKI kita yang cari nafkah dinegeri orang karena susah cari makan dinegeri sendiri, sumber daya kita yang sebagian besar di kuasai asing, kemiskianan yang semakin parah, kejahatan akibat kemiskinan semakin meningkat, busung lapar terjadi dimana-mana, anak bangsa yang kesulitan biaya sekolah dan masih banyak lagi. Gelandangan dan pengemis semakin banyak dimana-mana.

Intinya kemiskinan masih menyeruak disekitar kita. Jangan melihat perumahan di komplek pejabat yang berseliweran mobil Mercedes, BMW, Sedan Crown Royal Salon dan sebagainya tetapi lihatlah di dimana sebagian besar rakyat tinggal.

Heran jika kita melihat oknum pejabat yang tidak malu menggunakan mobil mewah tetapi malah dengan merasa gagahnya menggunakan mobil mewah dari kucuran keringat rakyat yang terkumpul dari pajak. Beli susu ada PPN, beli mi instan ada PPN, mau berlibur ke lokasi wisata juga ada pajak hiburannya, mau parker ada retribusinya, mau membangun usaha juga ada macam-macam pajaknya. Setelah terkumpul digunakan untuk membeli kemewahan untuk pejabat.

Jalan kita masih banyak yang rusak dan tidak layak apalagi di luar pulau Jawa, listrik kita masih byar prêt, pendididkan kita masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Negara tetangga.

Coba lihat juga UKM kita masih banyak yang kesulitan mendapatkan modal , belum lagi gempuran produk dari China yang sudah dibuka kran impornya oleh Menteri Perdagangan. Ibarat tentara yang kehabisan peluru tetapi harus menghadapi musuh yang besar.

Lihat juga anak-anak sekolah yang bergedung yang tidak berlantai atau bocor sana-sini karena belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah. Banyak bahkan yang hampir rubuh. Lihat juga para mahasiswa anak bangsa kita yang bayar SPP megap-megap.

Tanggungjawab lain pada lingkungan hidup juga harus ada. Kita sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi bukan menambah masalah baru pada udara kita yang semakin rentan dengan polusi karbon. Akan lebih bijaksana untuk memilih kendaraan dengan emisi yang rendah.

Semanya kembali kepada mental dan moral pejabat kita, untuk masih ada pejabat yang bermoral baik seperti para pemimpin KPK yang menolak fasilitas prestisius t ersebut. Tetapi bagi yang masih menerima ya silahkan saja tetapi harus dibayar dengan kinerja yang super bagus. Berikan manfaat untuk kepentingan rakyat kita sebesar-besarnya, dengan ini semoga rakyat tidak kecewa.

4 komentar:

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
apa yang Anda postingan memang benar adanya yach..sesekali saya citu ke indonesia kadang ada juga yang ngerasa ok dengan mewahnya rodanya tanpa peduli yang dibawah lagi kekurangan,akankah tertawa di atas penderitaan yang lain,ya kalo bisa sich salaing membantu..weleh kok kayaknya ga nyambung hiks..hiks..good luck ya

Anonim mengatakan...

Pejabat pusat sekarang banyak yang berjiwa maling!!

Bowo mengatakan...

Semuanya kembali ke hati nurani. Ada yang punya hati nurani bersih ada yang memang serakah. Pas menang pemilu dan mendapatkan jabatan maka terbuka peluang. Inilah yang akan menjadi godaan apakah akan terjebak dalam godaan tersebut? Ya kembali ke hati nurani tadi.

Rizky2009 mengatakan...

sama sekali g layak

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta