INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 23 Januari 2010

Hakim Yang Menghukum Karena Takut Kepada Penguasa

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Membunuh Sejuta Hakim yang mengambil keputusan dalam keraguan Lebih Baik dari Pada Menghukum Mati Orang yang Tidak Bersalah
( Sun Tju )



Ketika Kaisar Yuan merasa terancam nyawanya ketika akan ke daerah Jiangzhou (Hubei sekarang). Ia gusar karena orang yang mengancam tidak pernah diketahui. Dari orang demi orang yang dihukum mati, tetapi misteri oknum pengancam tidak juga terhenti. Jadi artinya apakah orang-orang yang terhukum itu bukan pengancam yang dimaksud?

Buktinya setiap Kaisar Yuan berangkat kesana selalu terjadi insiden yang hamper-hampir merenggut nyawanya. Satu dua anak panah meluncur masuk kereta istana hampir dekat dengan kepalanya. Bentuk dan cara menyerang yang sama, postur yang sama, pakai yang sama, juga topeng yang sama dan juga suara dan jeritan ancamannya saja jelas masih orang yang lalu-lalu.

Apakah mungkin itu dilakukan lebih dari satu orang. Tetapi nyatanya para pengawalnya yang sangat cermat dalam mengamati pria pembunuh yang masih misteri tersebut, menyatakann bahwa penyerang itu adalah orang yang sama dari insiden-insiden yang lalu.

Lantas siapa dua terhukum sebelumnya? Mengapa mereka dijatuhkan hukuman mati oleh hakim sebagai orang yang bersalah dan dianggap sebagai pelaku percobaan pembunuhan terhadap Kaisar Yuan? Apakah ini artinya selama ini hakim telah menjatuhkan hukuman pada orang yang bersalah. Kaisar Yuan berfikir sendiri untuk mejawab siapa sesungguhnya orang yang akan mencoba membunuhnya tersebut.

Akhirnya Kaisar Yuan memanggil Mong Yu An. Penasehatnya seniornya untuk mendalami proses pengadilan di Wilayah Yunan Selatan. Gubernur Jiangzhou yang sebenarnya keponanan kaisar sendiri dipanggil untuk menjelaskan proses pengadilan tersebut. Gubernur meminta maaf telah terjadi insiden percobaan pembunuhan tersebut. Tetapi ia menjelaskan bahwa keamanan telah ditingkatkan dan orang yang diduga pelaku sedang dalam pengejaran.

Kaisar Yuan bertanya, “Bukankah orang yang diduga pelaku sudah dihukum mati? Lantas siapa mereka?”Wajar Kaisar terlihat merah menunggu jawaban Gubernur Jiangzhou yang sebenarnya adalah keponakannya sendiri itu. Penasehat Senior Kaisar memperhatikan dengan serius, tanda-tanda wajah Gubernur Jiangzhou yang terlihat aneh.

“Mereka adalah pelakunya juga.” Jawab Gubernur Jiangzhou.
“Apakah mereka bersekongkol atau mereka memang terorganisir?”, Tanya Kaisar Yuan lagi.
“Saya rasa begitu Yang Mulia Kaisar,” jawab Gubernur Jiangzhou.

Di lain kesempatan setelah Gubernur Jiangzhou kembali pulang. Penasehat Senior tersebut menghadap Kaisar dan menceritakan perasaannya dan firasatnya. Mong merasa ada sesuatu yang tidak beres. Masalah ini tidak akan selesai sampai Badan Keamanan Jiangzhou benar-benar menangkap orang yang benar-benar bersalah, bukan asal comot, atau bahkan mungkin sekedar membuat Kaisar senang saja.

Akhirnya Kaisar Yuan memintahkan Mong berangkat langsung ke Jiangzhou untuk menyelidiki secara rahasia tanpa diketahui oleh Gubernur atau para pejabat daerah di Jiangzhou. Dalam beberapa bulan Mong dating secara sendirian dan berupaya untuk menyembunyikan identitasnya.

Dari hasil penyelidikannya Mong dalam waktu yang cukup lama dan cermat, menemukan bukti bahwa memang orang yang sebenarnya dicurigai sebagai pelaku belum ditemukan, tetapi untuk menyelamatkan wajah Gubernuh, Badan Keamanan setempat mencari orang yang bisa dikambing hitamkan dengan membuat para saksi-saksi palsu. Hal ini segera dilaporkan ke Kaisar. Kaisar benar- benar murka.

“Apakah hal ini benar-benar diketahui juga oleh para dewan hakim daerah?” Tanya Kaisar kepada Mong.
“Saya rasa Ya, tetapi mereka takut kepada Gubernur Jiangzhou, sehingga tetap melaksanakan putusan pengadilan untuk menjalankan eksekusi.”
“Pecat Li, tangkap, begitu juga dengan para hakim yang berbuat bodoh!”, Perintah Kaisar Yuan.

1 komentar:

Rossy R mengatakan...

Sungguh merugi org2 yg bersaksi palsu di akhirat kelak, untuk apa takut di dunia kalau di akhirat kita disiksa, ditunggu komeng baliknya di http://adarossyat.blogspot.com/2010/01/bolehkah-suami-memakan-memakai-gaji.html

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta