INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 06 Desember 2009

Waspadai Orang-Orang yang Anti Pengusutan Skandal Bank Century!

Oleh Danies Azhar Putra

Dalam Pembukaan UUD 1945 alinia empat dengan jelas menyebutkan bahwa : “
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Sebuah ketegasan dari konstitusi dalam tanggungjawab untuk melaksanakan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagainya. Tanggungjawab ini demikian berat dan membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan amanat alinia empat pembukaan UUD 1945 itu.

Salah satu penyakit di negeri ini yang menyebabkan sebagian besar rakyat masih dalam kemiskinan adalah korupsi. Penyakit ini telah menyebabkan penghamburan dana APBD/APBN, mengalihan asset Negara ke pihak lain, pengurasan kekayaan mineral negeri ini oleh pihak asing, penguasaan mega proyek Negara bukan ke tangan bumi putra dan sebagainya yang membuat bangsan ini terpuruk.

Di saat Negara-negara tetangga telah memperoleh kemajuan, ternyata kita masih jauh tertinggal. Indonesia merupakan Negara dengan tingkat korupsi nomor wahid di Asia. Ini berdasarkan hasil studi dari Political and Economic Risk Consultancy (PERC) sebuah organisasi nirlaba internasional. Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy yang diumumkan Minggu (10/3) yang dilansir oleh agen berita Perancis AFP.

Selain itu PERC juga melakukan survey lain yang dilakukan atas 1.000 pengusaha ekspatriat di 12 negara Asia juga menunjukkan bahwa Singapura, Jepang dan Hong Kong sebagai negara yang paling rendah tingkat korupsinya.

Menurut PERC, indikasi korupsi pada sektor publik dan privat di Indonesia masih sangat tinggi. PERC menyebut di berbagai negara terdapat ketidakpercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi. Sebaliknya, survei ini justru menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia terkesan dengan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hasil survei yang dilakukan pada Maret lalu itu melibatkan 1.700 responden dari 14 negara di Asia. Australia dan Amerika Serikat juga diikutsertakan sebagai pembanding. Dari skala 0 sampai 10, dimana 0 adalah indikasi bebas korupsi,

Indonesia mendapatkan skor 8,32. Thailand disebut sebagai negara paling korup kedua di Asia setelah Indonesia dengan skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21, Vietnam, 7,11, dan Philipina mendapatkan skor 7.00.

Philipina merupakan Negara yang pada tahun 2008 disebut sebagai Negara terkorup di Asia, tetapi sekarang pada 2009 berhasil menekan tingkat korupsi. Sedangkan Australia mendapatkan skor 2,4, dan Amerika Serikat yang dimasukkan juga sebagai pembanding mendapatkan skor 2,89.

Menurut PERC, skor lebih dari 7 menunjukkan indikasi adanya masalah korupsi yang serius di suatu negara. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di tempat keenam.

Sungguh sangat menyedihkan ternyata Negara kita masuk sebagai Negara di Asia yang tertinggi angka korupsinya. Namun apa yang terjadi saat ini, masih saja ada pihak-pihak tertentu yang berupaya untuk menentang penuntasan kasus korupsi.

Pihak-pihak tertentu yang anti pengusutan skandal bailout Bank Century atau tindak pidana korupsi lainnya, dikhawatirkan adalah bagian dari orang-orang yang memang telah banyak menikmati hasil korupsi yang dilakukan olehnya atau kelompoknya. Waspadailah mereka ini!

8 komentar:

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat...
ehm bagus artikelnya,pada bait yg menyebutkaan di hongkong termasuk negara yg sedikit tingkat korupsinya,saya setuju banget,soal korupsi di Hk ada sebuah lembaga ICAC yg bertugas menganalisa para korupsi thnxs n good luck ya

FaiS mengatakan...

mantap postingan'y...

A Yustiawan mengatakan...

Memang memprihatinkan kondisi bangsa ini....kita selalu berada diperingkat teratas diantara bangsa-bangsa di duni hanya untuk hal-hal yang memprihatinkan dan memalukan.
Kontrol sosial dari seluruh lapisan masyarakat akan sangat berperan dalam pemberantasan korupsi di negara kita, itengah krisis ketidak-percayaan masyarakat luas terhadap lembaga penegakkan hukum yang ada.

kelirirenk mengatakan...

Informasi menarik, membuat kita melek terhadap negeri tercinta ini... semoga cepat terungkap skandal century dan skandal skandal yang lain

setiya mengatakan...

KPK menyelesaikan malsah masih meninggalkan masalah seharusnya dia belajar dulu ke pegadaian yang mengatasi masalah tanpa masalah

compi mengatakan...

memalukan bangsa ini
baru tau aku kl negara ini negara terkorup di dunia

javabis99 | Bisnis Online n Hobby Blog mengatakan...

Dukung pemberantasan korupsi. Mulai dari sekarang & terus menerus. Klo nunggu besok2 mungkin sampe generasi cucu kitapun ga akan hilang korupsinya. Usut tuntas koruptor.. ayo..ayo...!

Johnson Manurung mengatakan...

membaca skor diatas sungguh sangat memalukan, terlebih negara Indonesia adalah negara yang sangat kental religius.
Thanks ya sahabat telah berbagi
Salam Persahabatan

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta