INTERNASIONAL NASIONAL

Sabtu, 28 November 2009

Penjara Hanya Untuk Rakyat Jelata

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Suatu negeri yang rakyatnya hanya mengutil tiga biji coklat atau sekarung buah kapas yang hanya bernilai Rp. 6000,- perak bisa dipenjara dengan sangat mudahnya, dipenjara sempit pengap, tanpa AC, tanpa spring bed empuk. Penjara kotor dan berbau pesing. Plus berupa bonus bogem mentah, atau rambut dibotaki atau diberi tanda tato sebagai petunjuk “bahwa ini penjahat berbahaya”. Inilah penjara untuk rakyat jelata yang tidak punya uang.

Disisi lain para koruptor triliunan atau miliaran rupiah bebas melenggang tanpa hukuman. Terkadang malah seorang koruptor masih lagi meminta hormat dari sekalian orang bodoh yang mengidolakannya. Para pengacara “penjilat”, “pengamat bayaran” dan “pendemo bayaran” sibuk memberikan argumentasi tentang tidak adanya unsur korupsi yang merugikan Negara.

Para koruptor sibuk mengumpulkan dana haram sesama koruptor untuk membeli peluru sebagai bekal untuk membombardir institusi yang menggasak koruptor melalui serangan darat, laut dan udara yang membabibuta. Serangan yang membuat rakyat marah.
Jika seandainyapun sampai dijadikan terdakwa dipengadilan, meraka ini cukup pintar berpura-pura sakit lah entah sakit kurap atau memang sakit kurang waras untuk modal berkelit dari hukuman.

Ada cara lain yang lebih canggih, mereka kabur ke Negara lain biasanya ke Singapura atau Papuanugini. Di Singapura mereka disambut dengan sukacita sebagai investor. Hidup aman damai dengan penuh fasilitas dari pemerintah Singapura.

Seandainyapun juga terdakwa koruptor ini mampu ditahan, mereka mampu menyulap penjara bak hotel bintang lima. Pilih ruangan yang paling luas, diberi AC, tempat tidur spring bed, dan heli untuk kapan saja mereka pergi ke “best destination in te world” atau ke Las Vegas untuk menguji keberuntungan mereka, apakah tahun babi lebih beruntung dari tahun tikus?

Akhirnya penjara kumuh yang sempit dan pesing hanya untuk rakyat jelata. Sampai datangnya keadilan dari Tuhan dari doa-doa rakyat jelata yang teraniyaya.

Itulah kisah di negeri Republik Mimpi. Menurut Anda apakah negeri kita sama dengan Republik Mimpi tersebut? Jawabannya ada pada hati nurani Anda para pembaca.

11 komentar:

farizy4n mengatakan...

tukeran link om....

Blog Bisnisku mengatakan...

inilah potret hukum sekarang ini...sungguh memiriskan hati

confusedboy mengatakan...

sedih .......... mau ijin pasang link ini ah... bagus postingannya...setuju pisan!!!

Piet Puu mengatakan...

iya bener...
piet ampe sedih waktu liad berita itu...
ih pit sanggup bayarin kakao itu
asal nenek itu ga di penjara.... >_<
tega bangedd pemiliknya ga mauw bersedekah kepada sesama >_<
padahal kita hidup itu kan untuk saling berbagi
bukan saling mendzalimi.... >_<

The International Times mengatakan...

99,9% sudah sama dengan republik mimpi nih...prihatin dengan kondisi bangsa indonesia yg pemimpinnya rata2 org bobrok semua,otak pintar tapi gak dibarengi dengan hati nurani...itu lah pemimpin kita sekarang.

muncul di acara talk show/forum debatTV pada ngomong ahklak,etika dan..bla...bla...bla...sesudah keluar dari TV mereka pada ngorek brangkas negara kayak ngorek sampah.

vienka mengatakan...

Bener banget sob ... DI negara ini duit yang berkuasa yang gak punya duit ya begitulah

gak mutu mengatakan...

ada lagi sebelum kasus nenek midah mencuat yaitu, dua orang yang mengambil semangka yang sudah putus dari batangnya untuk melepas rasa haus dan lelah, bahkan itu semangka belom sempat dimakan .... terancam terkena hukuman penjara 5 tahun ... .

AriE ONly mengatakan...

Insya Allah akan ada perubahan di negeri kita tercinta...akan ada sekelompok orang yg berjuang dgn hati nurani tanpa terlirik materi..

Amin y Allah.

Wahyu Widodo mengatakan...

Sudah sepantasnya kalau dijuluki negeri para BEDEBAH

WAY KANAN mengatakan...

ya semua suka puisi NEGERI PARA BEDEBAH kecuali para BEDEBAH

RifkyPanzer™ mengatakan...

saya kecewaa banget sama hukum di negeri kita..semua tunduk sama uang. yang g punya uang dan tersangkut hukum? silahkan pilihannya cuman penjara!.Orang berduit tersangkut kasus hanya kena tahanan kota, begitu kabur pada bingung semua, payahhhhhhh

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta