INTERNASIONAL NASIONAL

Jumat, 06 November 2009

November 1945, Kelicikan Inggris Membawa NICA Kembali Ke Indonesia


Oleh Heri Hidayat Makmun

Banyak yang harus kita pelajari dari sejarah berdirinya negeri ini. Dalam kaitannya dengan sikap dan cara kita berdiplomasi dengan pihak asing contohnya, ternyata diplomasi harus dilakukan bersamaan dengan tindakan dilapangan. Seperti yang terjadi pada perang 10 November 1945 ini. Mengandalkan diplomasi saja ternyata hanya memberikan kesempatan pada musuh untuk memperdaya kita.

Pada 30 November 1945, Brigadir Peterson dari Markas Besar Sekutu yang disampaikan kepada para pemimpin Indonesia, secara resmi mengatakan sebagai berikut:

"..... Tak ada suatu pertanyaan selama 6 minggu yang akhir ini yang lebih sering diajukan dari pada semua pertanyaan yang diajukan oleh pasukan-pasukan Inggris, bangsa Indonesia dan Belanda. Pertanyaan tadi disusun dalam berbagai-bagai cara akan tetapi kita mendengarkannya dalam susunan yang paling sederhana dari pasukan-pasukan Inggris: "Mengapa kita di sini?" Pertanyaan ini telah dijawab oleh Mr. Bevin Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Sosialis Inggris.

Dua pekerjaan yang terpenting yang meminta kita datang kemari telah diketahui. Pekerjaan ini ialah untuk membersihkan pulau Jawa dari bangsa Jepang dan menjamin keselamatan dan memerdekakan tawanan perang bangsa Serikat dan kaum interniran. Pekerjaan ini diserahkan oleh negeri-negeri Serikat kepada kita dalam konperensi di Postdam dan dalam mengerjakannya kita selesaikan bagian pekerjaan kita dengan mendapat kemenangan melawan negeri-negeri fasis.

Tentang pekerjaan kita yang ke-3 yang dilukiskan sebagai kewajiban moril terhadap bangsa Belanda timbullah lebih banyak kekusutan.

Bangsa Belanda telah menderita hebat dalam peperangan ini, baik dari fihak Jerman maupun dari fihak Jepang; mereka telah mengorbankan darah dan kapal-kapalnya hingga pada waktu ini mereka tidak mempunyai kekuatan lagi untuk mengerjakan pemerintahannya di Jawa (Indonesia) dengan tidak mendapat bantuan.

Untuk mengambil suatu contoh saja tidaklah mungkin mengembalikan semua kaum interniran Belanda ke negerinya seperti kita telah mengembalikan kaum interniran Inggris dari Malaka ke negeri Inggris, karena di negeri Belanda timbul banyak kesukaran disebabkan oleh kelaparan. Teranglah bahwa bangsa Belanda sebagai anggota dari negeri-negeri Serikat berhak untuk mengharapkan pertolongan dalam kesukarannya. Karena hakekat dari bantuan ini dan kewajiban moril kita harus memberi pertolongan. Inilah yang diterangkan oleh Mr. Bevin dalam pidatonya.

Mr. Bevin mengatakan, Inggris telah mempunyai perjanjian yang tentu supaya pemerintah Hindia Belanda selekas mungkin dapat dipertanggungjawabkan di Hindia Belanda.

Itu tidaklah berarti, bahwa kita bermaksud untuk mengerjakan untuk negeri Belanda apa yang mereka pada waktu ini tak mungkin mengerjakan sendiri yaitu mendiridkan lagi pemerintahannhya di Jawa dlam suatu keadaaan di mana mereka dapat bermusyawarah dengan pemimpin-pemimpin Indonesia yang bertanggungjawab dan mencapai suatu persetujuan yang akan memuaskan hak keinginan bangsa Indonesia ke arah kemerdekaan yang sepenuhnya dengan tidak menimbulkan kegaduhan dan penderitaan di negeri ini.

Inilah caranya kita menghadapi tuntutan kaum nasionalis dalam kerajaan Inggris dan tidak ada pertanyaan mengapakah kita mempergunakan pasukan-pasukan Inggris dan India untuk mengeraskan politik yang berlainan. Bangsa Belandapun tidak mengharapkan kita bertindak demikian.

Pemakaian pasukan-pasukan Inggrispun untuk menindas kaum pemberontak dan pembunuh atau penculik dari bangsa apapun atau mereka yang terang-terangan mentetujui kekejaman yang tak mengenal peri kemanusiaan dalam hal yang sangat berlainan yang sama sekali tidak bergandengan dengan permusyawaratan antara bangsa Indonesia dan Belanda tentang nasib negeri ini di kemudian hari.

Inilah suatu pekerjaan yang harus kita lakukan untuk kepentingan kemanusiaan dan kita tidak akan meninggalkan pekerjaan itu.

Itulah sebabnya kita berada di sini. Gerakan Inggris di Jawa oleh beberapa fihak telah dianggap salah akan tetapi jika dilihat lebih teliti tuan-tuan akan mengetahui bahwa jika kami berhadapan dengan berbagai-bagai provokasi kami tetap melakukan pekerjaan untuk mana kita telah darang kemari dan walaupun kita tidak dapat melalui hutan kesukaran ini tapi pohon-pohonnya telah mulai berkurang dan tanda-tanda adanya lapangan perbaikan mulai tampak lebih jelas dari pada 3 minggu yang lalu.

Pertama pengumpulan bangsa Jepang ke daerah-daerah dari mana mereka akan dipindahkan dari Jawa telah dimulai. Kecepatan dari penyelesaiaan bagian pekerjaan kita ini buat sebagian besar tergantung pada bekerja bersama antara bangsa Indonesia dan kami jika mereka membantu kita dalam pemusatan bangsa Jepang bagian pekerjaan kami itu mungkin dapat diselesaikan agak lekas. Inilah satu-satunya hal yang diinginkan oleh seluruh negeri dan tidak ada sebab yang akan meninggalkan kita dalam melaksanakan pekerjaan kita ini.

Ke-2: Kita telah berhasil untuk memerdekakan sebagian besar dari tawanan perang dan kaum interniran dan memindahkan mereka sedikit demi sedikit ke daerah yang lebih aman di mana hidup mereka tidak terancam oleh kaum teroris dan eksktrimis.

Dari beberapa daerah, seperti Magelang yang kita terpaksa untuk mendudukinya kita telah dapat menarik kembali pasukan-pasukan kita. Kecepatan pekerjaan kita dan pemindahan kita bergantung pada sikap yang diambil oleh bangsa Indonesia. Pada waktu ini masih ada beberapa orang interniran yang terpencil di Jawa timur dan nasib buruk dari mereka yang jatuh dalam tangan kaum ektrimis di Surabaya telah terang buat siapapun bahwa kita tidak dapat membiarkan mereka dalam nasibnya. Pemindahan berlaku agak tentram dan ada kemungkinan bahwa kita dapat menyelesaikan bagian pekerjaan kita ini dengan agak cepat jika mendapat bantuan dari bangsa Indonesia.

Pemandangan dalam pekerjaan kita ke-3 adalah juga menggirangkan syarat mutlak ialah bahwa di bagian Jawa ini ketentraman dan ketertiban harus dipegang teguh dimana perundingan antara Pemimpin-pemimpin Indonesia dan belanda kaum interniran akan dipindahkan. Tak ada permusyawaratan politik dapat diadakan dalam suasana yang mengancam kedua partai itu dengan pembunuhan dan penculikan. Akan tetapi kiranya ada sebagian dari pemimpin-pemimpin Indonesia yang bertanggungjawab dan mendapat kekuasaan dan kita akan berusaha supaya mereka iu akan dapat kesempatan baik untuk membicarakan lagi soal-soal itu dengan Belanda dalam suasana tenang dan aman.

Pembicaraan-pembicaraan ini yang dimaksudkan oleh Mr. Bevin pada akhir pidatonya ketika ia mengatakan bahwa menurut pendirinanya usul-usul dari pemerintah Belanda memang memajukan suatu cara pemerintahan umum yang dapat dipertimbangkan dalam konperensi sebagai suatu dasar yang pantas untuk penyelesaian. Sudah terang bahwa dalam konperensi inilah harus dipertimbangkan arti yang nyata dari usul-usul Belanda dan bagaimana caranya yang terbaik untuk mengerjakannya supaya konperensi atau rentetan konperensi yang akan diadakan nanti akan bebas dari bahaya kekerasan.

Demikianlah hubungan dari tiga pekerjaan kiita dan hampir tidak mungkin bagi kita untuk mengatakan pekerjaan mana yang akan kita selesaikan lebih dahulu, tetapi kita telah mulai menyelidiki cara-caranya.

Kecepatan dari tercapainya persetujuan penghabisan di Indonesia terutama tergantung pada tingkat goog-will dan kerja bersama antara kedua belah pihak...." ( Sumber : Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Dr. A. H. Nasution )

Dalam statemen Brigadir Peterson yang cukup panjang lebar itu terkesan bahwa Inggris hanya bermaksud untuk mengembalikan tentara Jepang, memerdekakan tawanan Belanda dan interniran dan membangun ketentraman dan ketertiban. Tetapi fakta konspirasi Inggris - Belanda sebagai pemenang Perang Dunia Pasifik dalam usaha membangun pemerintahan Hindia Belanda kembali di wilayah Nusantara.

Hal ini terbukti dan Inggris menunjukkan wajah aslinya dari ucapan Perdana Menteri Attlee di Majelis Rendah pada medio Oktober 1945, yang antara lain mengatakan:
".... Pemerintah Inggris menginsyafi benar-benar kenyataan, bahwa selama peperangan yang lalu, Pemerintah Belanda berdiri di samping Inggris dan tidak boleh tidak menderita akibat peperangan itu.
Pemerintah Inggris hanya mengakui pemerintah Belanda sebagai satu-satunya pemerintahan yang syah diseluruh Indonesia dan berpendapat, bahwa pemerintah Belanda sudaht terlalu, jauh untuk menawarkan rencana yang liberal kepada Indonesia..."

Statemen ini sama dengan statemen yang disampaikan baik oleh Menteri Logemen, Letnan Gubernur Jenderal van Mook dan Edeleer van der Plas. Akan lebih jelas lagi tampak dari peristiwa-peristiwa penculikan, penyerobotan dan teror yang sebenarnya dilakukan oleh pihak Sekutu sendiri dalam rangka memperkuat alasan untuk melindungi bangsa Belanda dan interniran di Indonesia.

Civil Affairs Agreement (CAA) yang diciptakan di Cheuers, kota yang masih dekat dengan Londan pada tanggal 24 Agustus 1945 telah menjadi landasan kerjasama antara Inggris dan Belanda dalam rangka usaha Belanda untuk menjajah kembali Indonesia.

Pandangan Belanda mengenai politik Inggris dapat dilihat dalam CAA pada Staatsblad 1946 No. 111, setelah diterjemahkan berbunyi kurang lebih sebagai berikut: ".... Azas-azas yang perlu diperhatikan dalam mengatur pemerintahan dan peradilan di wilayah Hindia Belanda dalam Komando Asia Tenggara.
1. Di daerah-daerah di mana terdapat operasi-operasi militer, perlu dilakukan peninjauan dalam stadium (tingkat) pertama atau militer. Selama itu maka Panglima Tertinggi Sekutu, sesuai dengan situasi berhak mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu. Selama berlaku keadaan stadium pertama itu, maka pemerintah Belanda, dalam usahanya untuk membantu panglima tertinggi sekutu dalam melaksanakan tugasnya, akan memperbantukan pada tentara Sekutu itu perwira-perwira NICA secukupnya untuk menjalankan pemerintahan di wilayah Hindia Belanda yang telah dibebaskan, di bawah pengawasan umum, fihak komandan militer Sekutu setempat. Dinas-dinas dari NICA akan pergunakan sebanyak mungkin dalam setiap kesempatan yang berhubungan dengan pemerintahan sipil, termasuk pelaksanaan rencana-rencana sehubungan dengan ekploitasi sumber-sumber bantuan dari wilayah Hindia Belanda yang telah dibebaskan, bila sekiranya kebutuhan militer menghendaki .....
2. Telah tercapai kata sepakat, bahwa Pemerintahan Hindia Belanda secepet dan seperaktis mungkin akan diberi kembali tanggungjawab sepenuhnya atas pemerintahan sipil di wilayah Hindia Belanda. Bila menurut pertimbangan, situasi militer mengizinkan, maka Panglima Tertinggi Sekutu akan segera memberitahukan Letnan Gubernur Jenderal untuk kembali bertanggungjawab atas pemerintahan sipil.
3. Pemerintahan Hindia Belanda, dinas-dinas administrasi serta peradilan Belanda dan Hindia Belanda akan dilaksanakan oleh pembesar-pembesar Hindia Belanda, sesuai dengan hukum yang berlaku di Hindia Belanda." ( Sumber : Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Dr. A. H. Nasution )

Di Singapura pada tanggal 6 Desember 1945 Laksamana Mountbatten Panglima Tentara Sekutu di Asia Tenggara dan Field Marshall Alan Brooke, Kepala Staf Umum Tentara Kerajaan Inggris dengan panglima tentara sekutu di Indo China dan Indonesia serta wakil-wakil Prancis dan Belanda dalam suatu kesepakatan dan ketetapan untuk dimulai operasi-operasi Inggris secara luas di Jawa untuk melakukan pembasmian terhadap kekuatan-kekuatan pemuda bersenjata di Indonesia.

Untung saja perjuangan bangsa Indonesia tidak melulu diplomasi karena nyata-nyata Inggris hanya memberikan informasi yang "angin surga" kepada para pemimpin kita, sementara di lapangan operasi-operasi pembersihan terus mereka lakukan secara bersama Inggris dan NICA.

Keinginan Bangsa Indonesia untuk merdeka sudah bulat, tidak dapat digangu gugat oleh bangsa manapun. Dengan segenap kekuatan TKR (TNI) pada masa itu dan bersama para pejuang rakyat bahu membahu menghadang pergerakan operasi-operasi tersebut. Ini tentu akan menjadi pengalaman sejarah yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

2 komentar:

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

salam sahabat
ehm..kalo masalah ini sampai meroket bikin kita akan terjepret he..he..semanagt buat negriku tercinta..semoga semakin jaya dlm hal apa saja...good luck ya postingannya bagus

Munir Ardi mengatakan...

semoga kejayaan akan tercapai di negeri kita tercinta tetap semangat

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta