INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 08 November 2009

Kontradiksi Obrolan Masyarakat VS Gedung Dewan

Oleh Sumantiri B. Sugeo

Aspirasi masyarakat yang berada di akar rumput memang jujur dan apa adanya. Ini saya dapat dari jalan mampir ke sebuah kios kopi, sambil menunggu teman. Ada beberapa orang disana yang kebetulan sudah menyeruput kopi, seperti tukang ojek, karena menggunakan jaket yang bertuliskan "ojek". Dua orang yang lain satu pemilik kios dan satu lagi seorang pedagang koran.

"Berita apa mir yang rame," Kata Tukang Ojek.
"Ya gak ada yang lain lah bang... masih kriminalisasi kpk," kata Tukang Koran.
"Kacau sekarang ini ya..?" Kata Pemilik Kios.
"Apanya Pak yang kacau?" kata saya sambil menyeruput kopi yang sebenarnya masih panas.
"Yaa..itu yang mau ancurin kpk, kayak mana rakyat gak tambah susah," kata Tukang Kios.
"Ya supaya kasus century aman..kalii... ," kata Tukang Ojek.

Saya senyum-senyum saja mendengar percakapan mereka yang apa adanya itu. Itulah rakyat kita, tapi coba bandingkan dengan apa yang terjadi di Gedung Dewan. Tidak ada kritikan lagi, tidak ada pertanyaan yang berbobot lagi. Rata-rata malah memberikan dukungan kepada Polri untuk menahan Bibit - Chandra.

Pemikiran ini menyusul keberpihakan DPR kepada Polri saat raker Komisi III (Komisi Hukum) DPR dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

"Jangan-jangan DPR berpikir akan hajar KPK? Ada beberapa anggota di Komisi III yang tidak bela KPK dan lebih membela koruptor. Tapi saya tidak usah sebut namanya," ujar Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM Zaenal Arifin Mochtar seperti yang dikutif dari detikcom, Jumat (6/11/2009).

Lucunya lagi setiap Kapolri memberikan jawaban entah itu menjawab esensi atau tidak, para politisi ini selalu memberikan aplusan yang berlebih-lebihan. Bahkan dalam raker Komisi III tersebut dengan Polri yang berakhir pukul 02.30 WIB, Kapolri banyak mendapat dukungan. Anehnya lagi Fraksi Golkar meminta Kapolri tidak meluluskan permintaan Komjen Susno Duadji untuk mengundurkan diri.

Ternyata DPR kita sekarang hanya pandai berteori tentang hukum formal, tetapi esensi tentang hukum dan keadilan jauh panggang dari pada api. Kalau kita perhatikan dengan forum rakyat sebelumnya sebenarnya mereka lebih mengerti walaupun dengan bahasa yang sederhana dan "ala masyarakat."

30 komentar:

Anonim mengatakan...

DPR sudah pada payah dan tidak mau tau kondisi rakyat. Dasar DPR teman bua....

maniak blog mengatakan...

blogwalking follow me ah

fadly mengatakan...

keep blogging bro

waroengdollar mengatakan...

Topik yang hangat saat ini, mantab

100friendlink mengatakan...

keep sharing, bro

multyone mengatakan...

sepertinya anggota DPR bingung mau dukung siapa

lina@happy family mengatakan...

Kayaknya komisi III DPR sekarang terpecah deh, ngga satu suara lagi... Ada kok yang pro KPK

MULYONO W. mengatakan...

D

































































DPR ngga nyadar kalo mereka dibayarkan oleh masyarakat

me2d mengatakan...

visiting u thiz morning with BIG SMILE on ur AG...hope u visit me back with SMILE too pls...

rudi mengatakan...

Salam Kenal...makasih atas kunjungannya

MULYONO W SPd mengatakan...

Kalo dah menjabat biasanya pejabat lupa sama masyarakat

blackberry application mengatakan...

wah, kok bisa dapat video langka tersebut?
salut deh bwat mu bro!

internet marketing mengatakan...

nice blog

free recipes mengatakan...

Merdeka, tingkatkan rasa kebangsaan yang tinggi kepada INDONESIA

free games mengatakan...

top banget friend, merah putih, tetap semangat!

new games mengatakan...

sekarang lagi banyak kasus yang menyeret para petinggi negara kita, kita harus ikut prihatin, karena kasus2 tersebut ternyata bisa di manipulasi oleh segolongan pihak yang ingin menang sendiri

javabis99 | Bisnis n Hobby Blog mengatakan...

DPR bela Polri tentu ada motivasinya. Sayangnya yg dibelain & yg ngebelain dua2nya sekr betul2 lg ga dipercaya masy. Trlalu banyak kasus buruknya. Yah gak smua begitu, msh ada org2 yg baik2 seh, maka mreka jgn PD banget. Rada punya malulah gitu loowwhh. He.. he.., salam.

peluangusahadanbisnis mengatakan...

DPR = Dewan Penipu Rakyat

Gadgets mengatakan...

I arrived with a smile for you happy weekend

Amazing in the World mengatakan...

Hello friend,I hope your happy good day.
my blog dofollow

masterGOmaster mengatakan...

sorry aku gak mau komentar soale aku udah sakit hati sama pejabat indonesia yang pada bejat moralle

azkiaslam mengatakan...

nice post...
kunjungan balasan

lusi mengatakan...

Great article :)

tikno mengatakan...

Mantapsssssssssssssssssssss

tipsandcara | One-4-All | Blogger Template | Adsense Trick And Tips

jOrbyn mengatakan...

waduh..gw bngung bnget mslh hukum di negri kebanggaan kita ini....

Harits mengatakan...

begitulah....

Andrew.C.Lam mengatakan...

hey what's up, thx for visitng, come to my new site and check out the blog for chatbox~smile and thx

emirgarden mengatakan...

Kalau menyimak tulisan diatas, nampaknya Rakyat (yang diwakili) lebih pandai, pintar dan lebih menguasai persoalan yang sedang terjadi, dibanding dengan anggota Dewan (yang mewakili rakyat). Ironis !

Disini Ada Info mengatakan...

Lebih bingung lagi, beberapa hari yang lalu di TV ada kelompok masa pendukung Polri yang berdemo menentang TPF. Saya jadi bertanya, benarkah orang seperti mereka itu nyata adanya ? atau ada udang dibalik rempeyek ?. Kesannya kan lucu to. Mungkin benar dunia segera kiamat.

novi mengatakan...

sekarang gak ada wail rakyat yang benar benar bisa mewakili rakyat, mereka cuma pura2 dan mengeruk dukungan rakyat untuk naik dan dapetin jabatan, setelah itu, BaBlas, gak ingat penderitaan dan keadaan yang ada di bawh

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta