INTERNASIONAL NASIONAL

Minggu, 15 November 2009

Aku Bermimpi Para Pejuang Kemerdekaan Datang Ke Masa Sekarang

Oleh Rusman Danar

Di tengah keterpurukan bangsa ini akibat kemiskinan, rendahnya sumber daya kita dibandingkan dengan Negara tetangga kita, konflik politik, konflik kekerasan antar mahasiswa, konflik kekerasan antar kampong, hokum dan keadilan yang semakin jauh, konflik KPK – Polri, DPR yang tidak lagi menjadi mediator aspirasi masyarakat, korupsi yang semakin merajalela, bencana disana sini yang tidak berkesudahan, pengangguran yang sulit diselesaikan, ketertinggalan berbagai wilayah di luar Jawa, listrik yang byar prĂȘt tiap hari, TKI-TKI yang dapat bogem mentah dari para tuannya diseberang sana, jalan-jalan yang ditanami pohon pisang oleh warga karena demikian parahnya, dan berbagai kesedihan lainnya yang menyesakkan dada saya, menghantam perasaan nasionalisme saya.

Dalam tangis dan harapan saya. Saya bermimpi disuatu malam. Terdengar suara Bung Tomo yang menggelar di radio-radio hai… bangsa ku telah datang musuh bangsa kita kemiskinan, pengangguran, konflik dimana-mana, hayo semuanya… bangkit singgingkan lengan. Hayoh semuanya mulai pikirkan rakyat ini.

Para pemimpin pikirkanlah rakyatmu, kami sudah berjuang sekarang kalian mendapatkan kenikmatannya. Para pemimpin pemerintahan buka lapangan pekerjaan jangan sibuk dengan diri sendiri, beri mereka modal bukan diberikan ke Bank Century. Bangunlah jalan-jalan yang berkualitas bagus tidak mark up, tidak korupsi…!

Wahai DPR beri saluran aspirasi untuk rakyat supaya mereka tidak bergolak, para wakil rakyat dengarlah… Anda wakil rakyat bukan wakil pemerintah… sadarlah bahwa anda digaji oleh rakyat.

Wahai pemuda bangunlah bangsa ini, kekuatan bangsa ada pada para pemuda, percayalah pada diri sendiri, mandiri untuk membangun bersama, jangan malas, berjuanglah dan jangan berputus asa untuk membangun bangsa ini…

Wahai para pelajar belajarlah sepintar-pintarnya, jangan tauran, jangan hedon, jangan pakai narkoba, belajarlah sungguh-sungguh itu adalah kewajiban mu… Hargilah orang tuamu… Hargailah gurumu…

Tiba-tiba aku tersadar… ah ternyata mimpi, aku sedih sekali ternyata itu Cuma mimpi padahal aku berharap mereka para pendiri bangsa para pejuang bangsa itu memang benar datang ke masa kini. Menggugah kesadaran kita untuk memikirkanketerpurukan bangsa ini.

Setelah itu aku bermimpi lagi setelah menangis bahwa itu hanyalah mimpi. Aku mendengar suara Bung Karno memproklamasikan kemakmuran kita. Aku dengar senyap… senyap…

Proklamasi, bahwa sesungguhnya kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia itu adalah hak segala bangsa dan oleh karena itu maka kemiskinan dan kebodohan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dengan ini kami nyatakan bahwa Indonesia sudah bebas dari kemiskinan dan kebodohan itu dan Indonesia sudah mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang dicita-citakan. Soekarno Hatta.

Tiba-tiba aku tersadar kembali dan tangisku semakin menjadi-jadi karena itu semua hanyalah mimpi… Oh bangsaku….

4 komentar:

Rihar Diana(dhana) mengatakan...

salam sahabat
wah semoga mimpi yang menggugah dapat terealisasi ya..he..he..thnxs n good luck

kelirirenk mengatakan...

Kayaknya jadi lebih semangat kalo ndengerin cerita2 kemerdekaan...
Enak mana ya dijajah Bangsa Belanda sama Bangsa sendiri?
Kalo enak dijajah Belanda, bilang aja : tuan penjajah tolong negeriku dijajah lagi...

Tapi kalo aku masih suka merdeka sih... hehehehe

Amazing in the World mengatakan...

Siapa yg salah ?

prafangga permana mengatakan...

keren, artikel yang sangat membangun semangat
MERDEKA MERDEKA MERDEKA

NASIONAL INTERNASIONAL
 





About Us | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan | Pesan | RSS | Facebook | Twitter | Nasional | Internasional | ASEAN | Ekonomi | Pariwisata

Copyright © 2008. news.indonesianvoices.org - All Rights Reserved
Indonesian peoples thing..
Created by Group Link Website Published by Indonesian Voices
Meneruskan Semangat Bung Karno dan Bung Hatta